MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Heran Banyak Alat Deteksi Bencana Hilang Dicuri

0 466

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku heran banyak alat pendeteksi bencana atau early warning system (EWS) banyak yang rusak dan hilang dicuri. Padahal alat tersebut sangat penting, karena Jawa Tengah merupakan gudangnya bencana alam.

“Jateng itu rawan bencana. Bahkan bisa dikatakan Jateng itu supermarketnya bencana. Bencana apa saja ada, mulai dari kekeringan saat ini sudah terjadi, kebakaran, gunung merapi, gempa tektonik, tsunami, tanah longsor dan sebagainya semua potensi itu ada di Jateng,” kata Ganjar.

Dengan kondisi ini menurut dia, keberadaan EWS sangat penting. Karena bisa mendeteksi potensi munculnya bencana, dan memberi peringatan kepada warga.

Namun Ganjar menyayangkan kepedulian masyarakat terkait keberadaan alat pendeteksi bencana itu. Di berbagai daerah, banyak alat EWS yang rusak bahkan hilang dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Sayang sekali masih ada masyarakat yang tidak peduli menjaga alat EWS itu. Tolong jangan deh, jangan dicuri alat-alat pendeteksi bencana itu. Biarkan di tempatnya agar kalau ada bencana dapat berfungsi. Kan sudah dilihat sendiri, bagaimana bencana misalnya tsunami di Palu yang ngeri seperti itu. Masyarakat harus mau menjaga bareng-bareng,” ujarnya.

Kendati demikian menurutnya, pemerintah tetap gencar melakukan mitigasi bencana. Termasuk memasang alat EWS di sejumlah titik lokasi rawan bencana, seperti gempa, tsunami dan lainnya.

Ia juga menyebut, jajarannya tengah menggodok Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dalam penyusunan tersebut, pihaknya juga menekankan pada permasalahan mitigasi bencana.

“Kami sudah susun RPJMD. Kemarin kami minta para pakar termasuk himpunan ahli Geofisika untuk terlibat dalam penyusunan RPJMD ini,” terangnya.

Ganjar juga berahap keberadaan komunitas Pengurangan Risiko Bencana (PRB) bisa dioptimalkan untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana. Perbanyak latihan dengan melibatkan masyarakat agar mereka memiliki sensitivitas terhadap tanda-tanda bencana.

“Dengan sensitivitas yang baik itu, maka jika ada bencana mereka akan tahu bagaimana cara menyelamatkan diri sehingga tidak akan ada korban jiwa,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.