MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Taj Yasin Gagas Bantuan Bergulir untuk Pondok Pesantren

0 317

MuriaNewsCom, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menggagas bantuan bergulir untuk pondok pesantren (ponpes). Dengan bantuan itu menurutnya, ponpes akan mempunyai motivasi untuk berkembang.

Pasalnya, bantuan yang diberikan bukan berupa bantuan langsung, melainkan pinjaman bergulir. Sehingga ponpes akan tergerak untuk mengembangkan unit usaha, sehingga bisa mengembalikan bantuan dan dapat digunakan untuk ponpes yang lain.

”Kepenginnya kami nanti ke depan bukan bantuan langsung, tapi bantuan bergulir. Artinya kita akan punya motivasi untuk berkembang, dan mengembalikan uang tersebut untuk membantu pondok pesantren lainnya,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Gus Yasin ini menginginkan perhatian yang diberikan pemerintah ke ponpes hanya berlangsung satu hingga dua tahun saja. Tetapi perhatian yang berkelanjutan, sehingga dapat memberikan hasil yang bermanfaat bagi pondok pesantren, masyarakat maupun pemerintah.

“Saya berharap tidak seperti biasanya. Pemerintah membantu, tahun pertama kedua masih ada, tetapi tahun ketiga keempat sudah hilang. Kami tidak mau seperti itu. Jadi kami juga akan menilai betul-betul, bahwa bantuan apa yang telah kami perbantukan pada pesantren atau lembaga lain tetap berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Setda Jateng, Peni Rahayu menyatakan, sejak 2014 Pemprov Jateng sudah mengembangkan Pertanian Terpadu Berbasis Pondok Pesantren. Melalui program tersebut, sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah menerima bantuan ternak, bibit tanaman pertanian maupun kehutanan.

Menurut dia, program tersebut disertai pula dengan kegiatan percontohan dan dialog rutin. Bahkan menurutnya, pemprov melalui Dinas Ketahanan Pangan juga menawarkan kegiatan Toko Tani.

“Ini untuk ponpes yang sudah mempunyai usaha kegiatan perekonomian untuk bisa (menjadi tempat) menyalurkan beras yang sudah dirujuk oleh Dinas Ketahanan Pangan. Sebagian beras ini merupakan beras subsidi kepada para petani. Ini bisa dijual kepada ponpes, untuk kebutuhan mereka sendiri, maupun masyarakat sekitar, terutama masyarakat miskin karena harganya merupakan harga subsidi dari pemerintah,” jelasnya.

Selain itu menurut dia, saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan potensi ponpes untuk peningkatan bantuan. Dengan dasar pemetaan potensi ini menurut dia, akan lebih mudah mengarahkan dan mengembangkan usaha pondok pesantren.

“Sebenarnya ini sudah  kami rintis agak lama. Namun belum selesai dan dari DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) akan membantu me–mapping–kan dari selurah anggota komunitas masyarakat pesantren yang ada di Jawa tengah, kira-kira pengembangan usahanya akan mengarah kemana,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.