MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Janji Kampanye Mulai Digarap, Gus Yasin Percepat Verifikasi Madin dan Ponpes

0 339

MuriaNewsCom, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (Gus Yasin) meminta percepatan verifikasi data madin dan pondok pesantren yang ada di provinsi ini. Data hasil verifikasi nantinya akan digunakan sebagai landasan untuk merealisasikan janji kampanye di bidang pendidikan agama.

“Saya bersyukur atas kedudukan yang diberikan Allah ini. Atas rasa syukur itu saya akan melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin. Termasuk dalam visi misi saya di bidang keagamaan, di antaranya akan lebih memperhatikan pondok pesantren, TPQ dan madin di Jateng,” katanya.

Ia menyatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kesejahteraan sektor pendidikan agama pada APBD 2019. Diharapkan, ke depan pendidikan agama di Jateng semakin berkualitas.

“Maka segera kirim data TPQ dan Madin agar bisa segera diverifikasi,” pintanya.

Selain itu, ia juga mendorong para santri merintis usaha di berbagai bidang sehingga bisa mandiri dan berdikari. Langkah itu diharapkan bisa menjadikan pondok pesantren mampu berdikari secara ekonomi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Mantan Anggota DPRD Jateng ini menyatakan, pondok pesantren, kata dia, perlu membangun ekonomi yang mandiri agar bisa mencetak wirausaha-wirausaha yang nantinya berkontribusi langsung kepada masyarakat.

“Jadikan pesantren pusat pemberdayaan ekonomi umat dan bangsa. Pilar utamanya adalah ekonomi syariah, ekonomi yang berkeadilan,” ujarnya.

Gus Yasin mengakui jika mayoritas pondok pesantren di Jateng belum mandiri, dan masih mengandalkan bantuan dari donatur untuk pembiayaan keperluan sehari-hari.

Ia menegaskan, pendidikan dan ekonomi pondok pesantren menjadi salah satu prioritas yang akan dikerjakan bersama Gubernur Ganjar. Gus Yasin berpendapat, kemiskinan dapat ditekan melalui pendidikan dan pengetahuan, terlebih yang ditopang dengan nilai-nilai keagamaan.

“Pengetahuan itu bisa lebih baik jika pengetahuan itu kita topang dengan ‘akhlakul karimah’, dengan mengedepankan nilai-nilai keagamaan kita,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.