MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Stok Beras di Jateng Dipastikan Aman Hingga Tahun Depan

0 249

MuriaNewsCom, Semarang – Perum Bulog Divre Jawa Tengah memastikan stok beras aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jateng hingga awal tahun depan.

Wakil Kepala Bulog Divre Jateng, Juaheni menyatakan, stok yang ada di gudang-gudang Bulog yang tersebar di Jateng, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama enam bulan ke depan.

Bahkan menurut dia, stok tiap bulan terus bertambah. “Untuk jumlah secara pasti belum diketahui karena setiap hari terus bertambah,” katanya.

Ie menyatakan, penyerapan beras dari petani terus dilakukan  dari sejumlah wilayah kabupaten dan kota di Jateng, terutama Kabupaten Sragen. Besarnya stok beras saat ini diklaim membuat Jateng berada dalam posisi surplus.

Untuk itu, Bulog Divre Jateng juga melakukan pendistribusian beras ke sejumlah provinsi di Sulawesi.

“Sampai saat ini, panen memang masih banyak sehingga stok terus bertambah. Terutama, dari Kabupaten Sragen yang sampai saat ini masih dalam masa panen padi,” ujarnya.

Setiap harinya Bulog Divre Jateng menyerap 1.000 ton beras. Untuk penyerapan hingga awal September 2018, sudah mencapai 135.000 ton beras.

Selain itu, untuk mengantisipasi kenaikan harga beras di pasaran Bulog juga mendistribusikan 30 ton bersan medium melalui kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) ke 222 titik (pasar dan rumah pangan kita (RPK) se-Jateng. Beras medium itu dipatok dengan harga Rp 9.000 per kg.

“Sebenarnya harga beras naik sedikit. Tetapi untuk menjaga stabilisasi harga dan memudahkan masyarakat mendapatkan beras murah, tetapi berkualitas, maka digelarl KPSH di pasar-pasar dan RPK milik Bulog,” terangnya.

Juaheni menjelaskan, di Jawa Tengah, KPSH dilaksanakan di 222 titik. Yakni 11 titik pasar pencatatan inflasi BPJS dan 211 titik mitra Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP), dengan menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 30 ton.

Sejumlah titik tersebut yakni Pasar Sayung, Pasar Demak, Pasar Dempet (20 ton), dan 10 ton lainnya untuk Pasar Gayamsari, RPK di Kecamatan Gunungpati, RPK Semarang Selatan, dan RPK di Ungaran

KPSH, lanjut Juaheni, akan terus dilakukan selama dibutuhkan untuk menjaga stabilisasi harga beras medium sebagai penetrasi pasar untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan sebelumnya harga beras di pasar tradisional mencapai Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu per kg dan sudah kembali stabil dalam tiga hari terakhir.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.