MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Blora Targetkan Penurunan Angka Kemiskinan Hingga 10 Persen, Ini Upayanya

0 175

MuriaNewsCom, Blora – Masih tingginya angka kemiskinan menjadi perhatian serius dari Pemkab Blora. Terkait kondisi itu, Pemkab Blora menargetkan bisa menurunkan angka kemiskinan hingga 10 persen.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman menyatakan, tingkat kemiskinan di Blora dari tahun ke tahun terus menurun. Pada Tahun 2015 angka kemiskinan berkisar 13,52 persen. Kemudian di 2016 turun 13,33 persen dan menjadi 13,04 persen atau 111.880 jiwa di 2017 kemarin.

“Berdasarkan RPJMD, tahun ini kami targetkan tingkat kemiskinan bisa sampai angka 11,2 – 11,7 persen. Sehingga pada akhir kepemimpinan Djoko-Arief nanti bisa mencapai 9-10 persen,” ujar Arief yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Blora itu.

Untuk mencapai target itu, Arief menegaskan, pihaknya tahun lalu telah memetakan satu desa miskin per kecamatan untuk dijadikan sasaran pengentasan kemiskinan. Caranya, dengan menjadikan desa miskin tersebut sebagai lokasi program pemberdayaan masyarakat dan pelatihan kerja. Pengentasan kemiskinan harus ada intervensi dari Pemerintah Kabupaten, tidak hanya pihak desa saja.

Selanjutnya, tahun ini TKPKD telah menetapkan 6 desa termiskin di Kabupaten Blora berdasarkan data BPS, untuk dijadikan sasaran pengentasan kemiskinan. Yaitu Desa Sumber, Desa Mendenrejo, Desa Getas (Kecamatan Kradenan), Desa Pilang (Kecamatan Randublatung), Desa Sidomulyo (Kecamatan Banjarejo) dan Desa Ketileng (Kecamatan Todanan).

Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho menyatakan, sedikitnya ada beberapa kiat penanggulangan kemiskinan yang harus bisa dilaksanakan oleh seluruh stakeholder. Baik unsur pemerintah maupun swasta.

“Yang pertama, saya ingin enam desa miskin yang dijadikan prioritas penanggulangan kemiskinan. Ayo kita kroyok bersama seluruh OPD. TKPKD harus bisa menurunkan kemiskinan hingga 9-10 persen di akhir masa jabatan saya,” jelasnya.

Kiat lainnya, seluruh BUMN, BUMD, BUMDes, BAZNAS Daerah dan perusahaan swasta bisa ikut membantu penurunan kemiskinan. Misalnya dengan mengucurkan CSR dalam bentuk pemberdayaan masyarakat di desa miskin.

Kiat berikutnya adalah meminta kalangan Perguruan Tinggi agar bisa meningkatkan program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Saya senang, akhir-akhir ini banyak Perguruan Tinggi yang mengirimkan mahasiswanya ber-KKN di Blora. Saya berharap para mahasiswa ini bisa membawa perubahan di masyarakat desa dengan cara menggali potensi yang ada di desa,” lanjut Djoko.

Upaya pengetasan kemiskinan berikutnya, meminta kalangan perbankan dan poperasi harus mampu mengembangkan Program Dana Bergulir kepada pelaku UMKM di Kabupaten Blora.

Editor : Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.