MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Atasi Persoalan Penduduk, Pemkab Blora Gandeng Tokoh Agama

0 202

MuriaNewsCom, BloraBerbagai upaya terus dilakukan untuk mengendalikan jumlah penduduk di Indonesia. Salah satunya melalui tokoh agama yang dinilai memiliki peran penting. Hal itu disampaikan Kabid Dalduk KB BKKBN Provinsi Jawa Tengah Nurudin Pribadi dalam acara pengukuhan Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) Blora yang digelar di pendapa rumah dinas bupati.

“Kita membutuhkan dukungan dari para tokoh agama, agar pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan,” katanya.

Menurutnya, Fapsedu diharapkan dapat berperan dan mendukung BKKBN dalam program generasi berencana (GenRe). Caranya bisa dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi dan penyiapan kehidupan berkeluarga.

Ia menjelaskan, permasalahan kependudukan saat ini tidak hanya dari kelahiran, kematian, migrasi, adminsitrasi kependudukan saja. Tetapi lebih komplek dengan masalah lingkungan, tenaga kerja dan lain lain.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan pengukuhan Koalisi Muda Kependudukan yang dirangkai dengan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK- KKBPK- Kesehatan Tingkat Kabupaten Blora Tahun 2018 dan Seminar peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia. Acara ini dibuka Bupati Blora Djoko Nugroho.

Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berancana Blora Winarno menyatakan, peningkatan peran serta masyakarat juga sangat penting dalam menangani permasalahan kependudukan di Kabupaten Blora untuk mewujudkan penduduk yang berkualitas. Saat ini, Kabupaten Blora menempati peringkat dua se- Jawa Tengah dalam masalah pengendalian penduduk.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.