MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jumlah Desa Kekeringan di Grobogan Bertambah, Bupati Janjikan Tambahan Anggaran

0 191

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah desa di Grobogan yang mengalami dampak kekeringan terus bertambah. Beberapa hari lalu, jumlahnya baru mencapai 82 desa. Namun, saat ini, jumlahnya sudah bertambah jadi 83 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Bertambahnya jumlah desa yang dilanda bencana kekeringan mendapat perhatian serius dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Terkait kondisi itu, Sri menjanjikan akan menambah anggaran untuk droping air jika masih diperlukan.

“Masyarakat saya minta jangan kuatir. Kalau masih butuh bantuan air langsung hubungi BPBD. Untuk itu, saya perintahkan pada BPBD agar memenuhi semua permintaan bantuan air bersih sampai kemarau berakhir,” ujarnya saat menyalurkan droping air bersih di Desa Tunggak, Kecamatan Toroh, Jumat (10/8/2018).

Untuk penanganan bencana kekeringan tahun ini, sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp 175 juta. Dana ini disiapkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan penanganan bencana kekeringan, khususnya droping air bersih pada masyarakat.

“Pelaksanaan droping kita jadwalkan hingga akhir September. Kalau anggaran itu tidak cukup nanti kita siapkan dari dana tak terduga. Terkait kondisi ini, kita sudah tetapkan status siaga darurat bencana kekeringan. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat sudah turun hujan sehingga dampak kekeringan ini bisa berkurang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono menyatakan, wilayah terbaru yang mengalami kekeringan adalah Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan. Sebelumnya, sudah ada 82 desa di 13 kecamatan yang mengalami dampak kekeringan.

Dijelaskan, dari 83 desa kekeringan tersebut berasal dari Kecamatan Gabus ada 12 desa, Ngaringan (4), Grobogan (8), Kradenan (14), Kedungjati (4), Pulokulon (13), Geyer (10 desa), Purwodadi (6), Gubug (1), Tawangharjo (4), Wirosari (4), Toroh (2), dan Penawangan (1).

Dampak kekeringan cukup parah terjadi di beberapa kecamatan. Yakni, Kecamatan Gabus, Geyer, Kradenan, Kedungjati dan Pulokulon. Sedangkan di Kecamatan lainnya, sebagian besar masih kategori sedang.

Berdasarkan data bencana yang ada, dari 280 desa/kelurahan yang ada, hampir separuhnya rawan bencana kekeringan. Sementara dari 19 kecamatan, hanya ada empat kecamatan yang relatif  aman dari bencana kekeringan. Yakni Kecamatan Godong, Gubug, Klambu dan Tegowanu.

Terkait kondisi kekeringan itu, Agus  menyatakan, pihaknya sudah mulai melakukan droping air bersih sejak tiga pekan lalu. Hingga saat ini, bantuan air yang disalurkan sebanyak 179 tangki. Bantuan air bersih diprioritaskan untuk desa yang kategori kekeringannya berat.

“Hingga hari ini, penyaluran bantuan air bersih masih terus kita lakukan. Prioritasnya untuk yang berat dulu. Kekuatan droping per hari sekitar 9 sampai 12 tangki. Selain itu, kami juga menggandeng PMI, Baznas, Pengusaha melalui dana CSR, komunitas, dan instansi-instansi non pemerintahan dalam melaksanakan droping air,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Hari Kemerdekaan 2018 Pc
United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.