MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kenalan Via FB, 2 Warga Nigeria Kuras Uang Wanita Wonosobo Hingga Rp 15 M

0 6.235

MuriaNewsCom, Wonosobo – Jaringan penipuan online yang melibatkan warga negara asing (WNA) berhasil dibongkar aparat Satreskrim Polres Wonosobo. Empat orang berhasil diamankan, dan dua di antaranya merupakan warga negara asing (WNA).

Warga asing itu berasal dari Nigeria, yang diduga kuat sebagai jaringan penipuan online internasional. Keduanya yakni Babatunde Ikechukwu Ojo dan Dweh Archie. Selain dua WNA ini, polisi juga berhasil membekuk dua pelaku lain yang merupakan warga negara Indonesia, yakni Wisnu Bakti dan Yaniar Galuh Kindiana.

Dua nama terakhir ini terlibat dengan menggunakan rekening atas nama mereka untuk menguras uang milik korbannya.

Komplotan ini telah berhasil menggasak uang milik wanita dari Wonosobo bernama Tanti AG. Nilai uang yang berhasil dikuras tak main-main, mencapai Rp 15 miliar. Modus yang digunakan yakni menyebar ajakan berinvestasi melalui media sosial.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kasat Reskrim AKP Heriyanto dalam jumpa pers Rabu (8/8/2018) mengatakan, aksi penipuan ini sudah berlangsung sejak Agustus 2017. Awal mulanya, korban berkenalan dengan salah satu pelaku yang hingga saat ini masih buron.

”Korban berkenalan dengan pelaku bernama Erick di Facebook. Ia mengaku warga Jerman yang berkeinginan membangun hotel di daerah Wonosobo dan mengajak korban berinvestasi,” katanya.

Pelaku dan korban kemudian bertukar nomor WhatsApp. Dalam perbincangan via WA itu, pelaku mengaku sudah menjual salah satu rumahnya di Melbourne, Australia, seharga Rp 75 miliar.

Dalih pelaku, uang itu yang rencananya akan digunakan untuk membangun hotel. Namun uang tersebut tengah tertahan di Bandara Soekarno Hatta dan meminta korban untuk mengambil uang tersebut.

“Dengan alasan itu, pelaku meminta korban untuk mengirimkan sejumlah uang ke rekening Wisnu Bakti dan Yaniar Galuh Kindiana, alasannya untuk tebusan,” ujarnya.

Pelaku kemudian berangkat ke Jakarta dan ditemui dua warga asing. Untuk menyakinkan korban, dua warga asing ini menunjukkan uang dolar kepada korban.

“Setelah ditunggu-tunggu sekian lama, ternyata janji tersebut tak ditepati. Korban baru sadar kalau sudah ditipu, dan melaporkannya ke Polres Wonosobo,” terangnya.

Berbekal dari laporan korban, polisi langsung menelusuri nomor rekening dua pelaku. Dan akhirnya berhasil mengamankan para pelaku di daerah Banten,

“Kami melakukan pengecekan ke sejumlah rekening ke beberapa bank yang terkait masalah tersebut. Dan benar korban melakukan transaksi ke rekening tersebut,” paparnya.

Saat ini, keempat pelaku sudah ditahan di Mapolres Wonosobo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Mereka dijerat dengan pasal berlapis yakni tentang ITE dan penipuan. Mereka terancam hukuman enam tahun penjara.

Polisi juga masih mengembangkan kasus itu, untuk mendeteksi jaringan penipuan online dan korban-korbannya. Salah satu pelaku yang diduga sebagai otak jaringan ini juga masih diburu.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.