MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Koalisi Rakyat Tolak Penambangan Ilegal, Ini Kata Satpol PP Kudus

0 162

MuriaNewsCom, Kudus – Koalisi rakyat yang merupakan gabungan organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat kabupaten Kudus melakukan audiensi di kantor Satpol PP Kudus, Rabu (8/8/2018). Mereka menyampaikan pernyataan sikap dalam aksi menolak penambangan galian C di wilayah Kaliwungu dan Kecamatan Gebog.

Mereka menilai saat ini telah marak terjadi kegiatan usaha pertambangan ataupun pengambilan tanah secara ilegal. Seperti di wilayah Kecamatan Gebog dan Kecamatan Kaliwungu. Kedua kecamatan tersebut, menjadi kegiatan usaha pertambangan. Akibatnya dari penambangan tersebut menimbulkan pro dan kontra.

“Kami menilai bahwa telah terjadi praktek penambangan ilegal galian c dibeberapa wilayah di Kabupaten Kudus. Contohnya di Kecamatan Gebog dan Kecamatan Kaliwungu. Oleh karena itu, kami melakukan penolakan dengan adanya penambangan galian C,”ungkap Sumardi salah satu perwakilan koalisi rakyat.

Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP Kudus Djari Solecah mengatakan akan mewacanakan kemungkinan diberikan izin khusus oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. Sebab, penambangan galian C saat ini menjadi kewenanan pemeritah provinsi Jawa Tengah.

Hal itu juga diatur dalam perda Provinsi Jawa Tengah nomor 10 tahun 2011 tentang pengelolaan pertambangan mineral dan batu di Provinsi Jawa Tengah.

“Itu yang memiliki kewenangan mulai pemberian izin usaha pertambangan (IUP), pembinaan, pengawasan dan penertiban adalah pemprov,” tegasnya.

Meski begitu, selama ini penertiban hanya dilakukan oleh pihak Satpol PP Kudus. Hal itu dengan melakukan penghentikan kegiatan dan melakukan pembinaan agar tidak mengulangi lagi.

“Itu sudah diatur dalam Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” jelasnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan perda Kabupaten Kudus nomor 16 tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Kudus tahun 2012-2032, ada kawasan peruntuhan mineral dan batuan dengan luas kurang lebih 34 hektare.

“Seperti di Desa Tanjung Rejo ada 23 hektare, Desa Rejosari ada 3 hektare, Desa Gondoharum ada 4 hektare, dan Desa Wonosoco ada 4 hektare. Semua diatur dalam perda RTRW,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Hari Kemerdekaan 2018 Pc
United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.