MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Duh, Air Kemasan Biasa Disulap Jadi Air Zamzam, Pabriknya Digerebek Polisi

0 272

MuriaNewsCom, Semarang – Pabrik yang memproduksi air zamzam bermerk La Lattul Water di daerah Pagilaran, Kabupaten Batang, digerebek tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng. Pabrik itu digerebek lantaran membuat dan mengedarkan air zam-zam palsu.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Condro Kirono mengatakan, pabrik air zamzam palsu tersebut sudah beroperasi sejak Oktober 2017 hingga Juli 2018. Air zamzam palsu itu diedarkan ke toko-toko yang menjual oleh-oleh haji.

“Peredarannya di wilayah Jawa Barat, terutama di Bandung. Diedarkan di berbagai toko oleh-oleh haji,” katanya, Rabu (8/8/2018).

Dari penggerebekan itu,  polisi mengamankan dua orang yang ditengarai sebagai pemilik dan pelaku pemalsuan air zam zam. Keduanya bernama Yusron (37) dan Effendi (54)  warga Kabupaten Batang.
“Mereka sudah lama menipu konsumen dengan air zamzam palsu,” terangnya.

Polisi juga menyita barang bukti berupa ratusan kardus air zam-zam siap edar, peralatan produsi, ribuan stiker dan label botol.

Dari pengungkapan para tersangka, produk air zamzam tanpa izin edar dari BPOM ini berasal dari air minum kemasan biasa, yang kemudian diwadahi ulang dalam sejumlah botol berbagi ukuran. Botol-botol tersebut dipasangi label sendiri sebelum didistribusikan.

“Untuk meyakinkan konsumen pelaku menempeli stiker bermotif tulisan arab dengan merk Al Lattul Water yang tidak memiliki izin edar dari BPOM,” ujarnya.

Selama memproduksi air zamzam palsu, pabrik ini sudah berhasil meraup keuntungan yang besar. Omzetnya mencapai Rp 1,8 miliar.

Untuk produk-produk bermerek La Lattul Water yang sudah didistribusikan pelaku sendiri, kata dia, sudah ditarik dari pasaran.

“Melalui media massa ini kami imbau penjual yang masih mendapati produk dengan merek ini agar menariknya,” katanya.

Kedua pelaku selanjutnya dijerat dengan Undang-undang Nomor 3 tahun 2014 tentang perindustrian, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Dengan jeratan pasal ini, para tersangka teranam hukuman maksimal lima tahun kurungan penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar.

Editor : Ali Muntoha

Hari Kemerdekaan 2018 Pc
United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.