MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Kudus Kaji Ulang Opsi Dampak Pembangunan Jembatan Kolonel Sunandar C

0 1.252

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus tengah mengkaji ulang sejumlah opsi terkait pembangunan Jembatan Kolonel Sunandar C atau Jembatan Tanggulangin III. Pasalanya jembatan yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Demak itu kontruksinya diperkirakan bakal menutup akses hutan Kota Tanggulangin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, selain diperkirakan bakal menutup akses hutan hutan kota, jembatan tersebut juga bakal berdampak pada bangunan gerbang Kudus Kota Kretek. Tak hanya itu, pembangunan jembatan diperkirakan bakal menenggelamkan bangunan gerbang tersebut.

“Saat ini solusi terbaik masih kami godok dengan pemerintah Kabupaten Kudus. Kami masih berkoordinasi dengan dinas PUPR dan dinas PKPLH untuk mencari solusi terbaik,” terang Sam’ani sesuai menghadiri Rakerkesda 2018 di STIKES Muhammadiyah Purwosari, Selasa (7/8/2018).

Beberapa pilihan sementara, kata Sam’ani, yakni akan meninggikan bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek. Sehingga nantinya pemerintah pusat diharapkan tidak mengganggu estetika ruang publik yang ada di Kudus.

Disinggung soal akses jalan menuju Hutan Kota Tanggulangin, dikatakan dia, salah satu opsinya akan membuat terowongan di bawah jembatan layang. Namun, hal itu masih dalam kajian lebih oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.

“Namun, beberapa aspek yang lain tetap perlu dikaji lebih dalam. Seperti nantinya pengaturan lalu lintas harus disinergikan,”kata dia.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kolonel Sunandar C Alik Mustaqim mengatakan, untuk akses jalan pendekat dari jalan utama ke Hutan Kota tanggulagin masih ia kaji. Meskipun nantinya diperkirakan akan menutuap taman kota akibat kontruksi jembatan itu.

“Namun pemkab masih mempertahankan agar ruang publik dapat dimanfaatkan. Sehingga kami masih akan mengkaji sejumlah kemungkinan,”papar Alik.

Sebelumnya diketahui, proyek itu sudah dimulai sejak 21 Desember tahun 2017 lalu. Ditargetkan selesai pembangunan pada Juni 2019 mendatang. Akses penghubung dua kabupaten itu dikucuri dana mencapai Rp 115,55 miliar.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.