MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pekerja Asing di Jateng Membeludak, Pengusaha : Ongkosnya Mahal

0 3.285

MuriaNewsCom, Semarang – Jumlah tenaga kerja asing (TKA) dari berbagai negara di Jawa Tengah pada semester pertama 2018 membeludak. Jumlahnya mencapai 14.148 orang yang bekerja di berbagai sektor.

Meski begitu, para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah menyebut, jika lebih mengutamakan pekerja lokal. Alasannya, pada biaya yang harus dikeluarkan.

Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi menyebut, biaya yang dikeluarkan untuk pekerja lokal jauh lebih murah ketimbang pekerja asing.

“Kita mempekerjakan TKA kalau memang benar-benar dibutuhkan, ongkosnya mahal atau high cost,” katanya dilansir dari Antara Jateng, Selasa (7/8/2018).

Ia menyebutkan, biaya mempekerjakan TKA itu besar karena selain harus memberikan upah yang lebih tinggi dibandingkan tenaga kerja lokal, perusahaan yang bersangkutan juga harus mengurus akomodasi TKA.

Oleh karenanya menurut dia, perusahaan hanya memperkejakan TKA untuk posisi tertentu. Itupun menurut dia, jika benar-benar membutuhkan.

Terkait dengan tingginya lonjakan jumlah TKA di Jateng pada semester pertama 2018, Kongi menganggap hal tersebut sebagai hal yang wajar. Ia pun mengimbau para pekerja lokal tidak perlu khawatir.

“Tingginya jumlah TKA itu wajar mengingat peningkatan investasi di Jateng. Pekerja lokal tak perlu khawatir tidak kebagian lapangan pekerjaan. karena pengusaha tentu akan menekan biaya pengeluaran,” ujarnya.

Baca : 14 Ribu Warga Asing Nyari Uang di Jateng, Paling Banyak dari Tiongkok

Kendati demikian, ia mengakui jika TKA berkemampuan khusus harus didorong untuk menransfer ilmu kepada tenaga kerja lokal.

Berdasarkan data dari Disnakertrans Jateng, jumlah TKA di Jateng pada semester pertama 2018 tercatat sebanyak 14.148 orang yang bekerja di berbagai sektor. Jumlah TKA tersebut melonjak tajam jika dibandingkan data selama 2017 yang hanya tercatat sebanyak 2.119 orang.

Belasan ribu TKA itu didominasi TKA berkewarganegaraan Tiongkok dengan jumlah sebanyak 4.219 orang, disusul TKA dari Jepang 1.744 orang, TKA dari Korea Selatan 1.598 orang, TKA dari India 1.430 orang, TKA dari Filipina 612 orang.

Kemudian, TKA dari Amerika Serikat 542 orang, TKA dari Malaysia 529 orang, TKA dari Australia 295 orang, TKA dari Inggris 283 orang, TKA dari Singapura 258 orang, dan TKA dari berbagai negara sebanyak 2.638 orang.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.