MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Panen Raya, Harga Bawang Merah di Pati Hanya Rp 7 Ribu Per Kilogram

0 487

MuriaNewsCom, Pati – Musim panen raya bawang merah di Kabupaten Pati, seharusnya menjadikan petani semakin senang. Akan tetapi, tidak bagi petani bawang di Desa Sidoarjo, Kecamatan Wedarijaksa. Saat ini, mereka justru mengeluh setelah harga bawang menurun derastis pada saat panen, yakni hanya Rp 7 ribu per kilogram.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Pati Suparlan mengatakan, saat ini harga bawang merah menurun derastis.  Bahkan, untuk menutup ongkos produksi saja tidak cukup. Sampai-sampai, petani hampir putus asa lantaran harganya yang tak kunjung stabil.

“Musim panen tahun ini, kami justru merugi. Harganya sangat jauh dari perkiraan. Padahal, untuk ongkos produksi, kami harus mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah,” ungkapnya, Senin (6/8/2018).

Lebih lanjut, untuk stabilitas harga bawang merah, seharusnya saat ini pada posisi Rp 15 ribu perkilo. Selain sudah bisa menutup obgkos produksi, tepai juga untung meskipun hanya sedikit. Akan tetapi, apabila harganya dibawah Rp 10 ribu, justru kerugiannya akan lebih banyak.

“Untuk satu hektar lahan, kami harus mengeluarkan biaya produksi sebanyak Rp 70 juta. Pada saat panen pertama, kami hanya mendapatkan uang Rp 30 juta. Kemudian pada masa tanam kedua, kami justru mengeluarkan biaya produksi lebih banyak. Tapi pada musim panen hanya mendapatkan uang Rp 50 juta. Ini kan tidak bisa menutup ongkos produksi,”imbuhnya.

Dia berharap, pemerintah memperhatikan komoditas bawang merah tersebut. Memang, lanjut Suparlan, pemerintah telah memberikan bantuan bibit murah kepada para petani. Tetapi pada saat panen, harga bawang justru anjlok.

“Kami minta, pemerintah selain menetapkan harga eceran tertinggi (HET), juga bisa menentukan harga eceran terendah. Itu dalamrangka untuk menyelamatkan para petani, apabila harga bawang sangat rendah,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, saat ini banyak petani bawang yang mulai menganggur dan tidak lagi menanam bawang. Mereka masih menunggu hingga tahun 2019 mendatang. Apabila harga bawang belum juga stabil, tidak menutup kemungkinan para petani bawang akan beralih ke tanaman yang lain.

Editor: Supriyadi

Hari Kemerdekaan 2018 Pc
United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.