MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PKPLH Kudus Cek Pencemaran Sungai Pendo Mejobo, Ini Hasilnya

0 262

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus bersama pihak terkait melakukan pengecekan lokasi Sungai Pendo, di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Senin (6/8/2018). Mereka ingin memastikan penyebab bau tak sedap yang ditimbulkan dari sungai tersebut.

Pengecekan sungai disaksikan langsung perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan provinsi Jawa Tengah, Camat Mejobo, perwakilan PG Rendeng, Kades Mejob, dan masyarakat.

Dalam pengecekan itu, mereka juga menelusuri anak aliran Sungai Pendo. Langkah itu dilakukan untuk mencari penyebab terjadi pencemaran. Apakah disebabkan dari limbah PG Rendeng atau ada pabrik lainnya.

Staf PKLH Kudus, Rikho Mardhika Gautama mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan pengambilan sampel air sungai. Namun belum diketahui hasilnya karena masih diproses di laborat.

Dikatakan dia,  kedepannya pihaknya akan melakukan monitoring kepada pabrik-pabrik yang diduga melakukan pencemaran. Termasuk pada home industri mulai dari pabrik tahu hingga pabrik gula.

“Kami akan melakukan pembinaan kepada usaha-usaha yang diduga melakukan pencemaran. Kami juga akan melakukan monitoring ke PG rendeng dan lainnya seperti pabrik tahu,” terangnya.

Ia mengatakan, tak menutup kemungkinan penyebab bau tak sedap yang timbul dari sungai juga karena limbah pabrik lainnya. Apalagi sepanjang aliran sungai pendo menuju Desa Mejobo, ada sebanyak empat pabrik tahu yang masih beraktivitas.

“Kami mencatat setidaknya ada empat pabrik tahu di sini (Kecamatan Mejobo), kemudian di Tumpangkrasak ada tiga pabrik tahu, “bebernya.

Terkait kemungkinan, pencemaran disebabkan karena pabrik tebu, pihaknya mengaku akan melakukan monitoring. “Dari laporan triwulanan PG Rendeng uji mutu sampai bulan Mei memenuhi syarat. Tapi akan tetap kami selidiki,” ungkapnya.

Sementara itu,  dari Pengawas Lapangan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng Bambang Wahyudi mengatakan pihaknya masih mendalami permasalahan pencemaran sungai tersebut. Disebutkan dia, pihaknya hanya diperintahkan koordinasi pelaksanaan di lapangan.

“Kami belum tau permasalahan. Kalau PG Rendeng itu ada laporan setiap triwulan sekali. Hingga akhir Mei kemarin tidak ada masalah. Airnya sesuai syarat,” jelasnya.

Sebelumnya Warga desa Mejobo RT 4 RW 2 Kecamatan Mejobo keluhkan bau busuk dialiran sungai Pendo. Terutama mereka yang tinggal dekat dengan aliran anak sungai pendo. Dugaan sementara, bau busuk tersebut akibat dari pembuangan limbah PG Rendeng.

Editor: Supriyadi

Hari Kemerdekaan 2018 Pc
United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.