MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jembatan Timbang di Jateng Belum Penuhi Syarat Pengaktifan

0 318

MuriaNewsCom, Semarang – Kementerian Perhubungan mulai 1 Agustus 2018 mulai mengaktifkan kembali jembatan timbang di Pulau Jawa yang sebelumnya ditutup. Namun empat Jembatan timbang di Jateng belum siap diaktifkan kembali.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Satriyo Hidayat mengatakan bahwa pengaktifan kembali empat jembatan timbang menunggu kajian terkait dengan persyaratan yang harus dipenuhi. “Jembatan timbang di Jateng belum memenuhi syarat, pengaktifan menunggu kajian,” katanya kepada wartawan.

Di Provinsi Jateng terdapat empat jembatan timbang yakni di Wanareja, Kabupaten Cilacap, Subah, Kabupaten Batang, Klepu, Kabupaten Semarang, dan Sarang, Kabupaten Rembang. Menurut dia, kewenangan pengelolaan empat jembatan timbang tersebut berada di pemerintah pusat.

“Kami sudah serahkan ke Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Kalau yang beroperasi 1 Agustus ini hanya (jembatan timbang) dari Jawa Barat dan Jawa Timur, yang menjadi pilot project,” ujarnya.

Satriyo mengungkapkan, dari empat jembatan timbang di Jateng, hanya Jembatan Timbang Sarang, Kabupaten Rembang, yang memiliki tempat bongkar muat barang.

“Salah satu syarat pengaktifan jembatan timbang adalah memiliki tempat bongkar muat barang dari kendaraan pengangkut yang kelebihan muatan,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap agar pengaktifan kembali jembatan timbang di beberapa titik, mempertimbangkan berbagai hal agar tidak merugikan konsumen. Ganjar juga mengingatkan petugas jembatan timbangan tidak melakukan tindakan yang merugikan konsumen.

Jika pengemudi truk mengangkut barang melebihi batas tonase yang ditentukan, mereka diminta ditindak tegas dan tidak ada tolerasi uang pelicin.

Seperti diketahui, Ganjar sempat marah besar saat mengetahui petugas jembatan timbang melakukan pungli terhadap para pengemudi truk yang mengangkut barang melebihi batas tonase. Pelanggaran itu diketahui Ganjar saat melakukan sidang mendadak di salah jembatan timbang, tahun lalu.

Ganjar juga mengimbau Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Jateng untuk mempertimbangkan wacana menaikkan harga jasa angkutan barang menjelang pengaktifan kembali jembatan timbang.

“Kalau ini didorong pasti akan terjadi inflasi dan berdasarkan rapat di TPID dan TPIP pusat, infrastruktur yang sudah baik ayo digunakan untuk logistik manajemen, dimana logistik manajemen kita termasuk yang tinggi,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mendorong pemerintah menyiapkan transportasi logistik alternatif dengan memanfaatkan rel kereta api dan jalur laut.

Editor : Ali Muntoha

Hari Kemerdekaan 2018 Pc
United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.