MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ingin Jadi TKI, Pencari Kerja di Jepara Nekat Palsukan Usia dan Status Perkawinan

0 170

MuriaNewsCom, Jepara – Banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) khususnya Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang ingin bekerja di luar negeri membuat sebagian calon TKW nekat memalsukan umur hingga status perkawinan.

Hal tersebut diungkapkan Amrina Rosyida  Kepala Seksi (Kasi) Perluasan Kesempatan Kerja Pelatihan Dan produktivitas, Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara. Menurutnya hingga kini masih sering dijumpai pencari kerja yang memalsukan umurnya hingga status perkawinanya.

“Hampir tiap hari saya menemui saat pencari kerja membuat surat AK 1. Ada yang memalsukan umur yang tua di mudakan dan muda dituakan. Yang lebih parah lagi yang memalsukan status perkawinanya dan membawa suami palsu,” jelasnya.

Dia mengaku hampir setiap hari masih menjumpai pembuat kartu pencari kerja (AK 1) yang mencoba memalsukan umurnya menjadi lebih muda agar dapat diloloskan bekerja di luar negeri. Tak hanya untuk bekerja di luar negeri saja. Pemalsuan umur juga banyak dilakukan untuk dapat bekerj di pabrik-pabrik garmen di Jepara.

“Mereka rela melakukan oleh para pencari kerja lantaran agar bisa masuk ke perusahaan garmen yang memang lebih banyak membutuhkan tenaga kerja dengan usia muda. Alasan mereka kan biar usianya lebih muda sehingga bisa diterima kerja di pabrik garmen,” jelasnya.

Pemohon kartu AK 1 ini, lanjut Amrina, sejak setelah lebaran memang cukup banyak. Hanya saja, karena keterbatasan waktu dan personil, maka setiap harinya dibatasi sampai dengan 250 pemohon.

“Tiap harinya kita batasi hanya untuk 250 pemohon. Jika tidak dibatasi kita bisa sampai sore bahkan malam untuk melayani pembuatan kartu pencari kerja ini,” imbuhnya.

Sampai dengan awal pekan ini, setidaknya sudah ada sekitar 8625 pemohon kartu AK 1 yang masuk ke dinasnya. Jumlah ini diprediksi akan semakin meningkat pasca kelulusan siswa SMA dan dengan masih banyaknya lowongan kerja yang tersedia di Jepara.

Lebih lanjut Rina menjelaskan, pencaker terdaftar di kantornya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Mulai dari tahun 2015, jumlah pencaker mencapai 6.871 orang, meningkat di tahun 2016, menjadi 16.900 orang dan tahun 2017 menjadi 20.656 orang. Jumlah ini, akan terus bertambah di tahun 2018. “Peningkatan pencaker, akan terjadi pada bulan Mei sampai Agustus,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.