MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pengguna SKTM Abal-abal Membanjiri PPDB, Orang Tua Siswa di Blora Lapor Polisi

338

MuriaNewsCom, Blora – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di Blora untuk SMA/SMK, saat ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian. Hal ini menyusul adanya laporan dari orang tua siswa terkait dugaan penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) abal-abal alias tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Adanya SKTM yang dinilai abal-abal itulah yang membuat banyak orang tua siswa menjadi geram. Soalnya, kesempatan anaknya untuk masuk di sekolah yang dituju jadi buyar karena tereliminasi pemegang SKTM.

Awalnya, para orang tua siswa itu sudah sempat melayangkan protes pada pihak panitia PPDB. Namun, protes yang dilayangkan tidak mendapat respon memuaskan, sehingga mereka memilih membuat laporan pada polisi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penggunaan SKTM dalam PPBD memang merata di semua SMA/SMK negeri. Namun, persentase pengguna SKTM berbeda-beda. Yakni, pada kisaran 20-70 persen. Berdasarkan regulasi, semua pengguna SKTM wajib diterima pada sekolah yang dituju.

Meski demikian, sempat muncul kabar yang mengejutkan pada salah satu sekolah negeri. Yakni, mayoritas pendaftar yang punya kans besar diterima di sekolah itu adalah pemilik SKTM.

Baca juga :

Persentase pengguna SKTM-nya disebut-sebut hampir mendekati angka 100 persen. Artinya, hampir semua pendaftar yang diterima adalah warga miskin atau yang pura-pura miskin.

“Kebijakan untuk memberi kuota khusus buat warga miskin supaya diterima di sekolah yang dituju, sebenarnya tidak masalah. Tetapi dengan catatan, mereka ini benar-benar miskin. Selain itu, faktor nilai hendaknya juga jadi pertimbangan,” Ari Nugroho, salah satu orang tua siswa yang ikut sibuk mencarikan sekolah anaknya itu.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Blora AKP Herry Dwi Utomo saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan terkait penggunaan SKTM dalam PPDB itu. Ia menegaskan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

“Begitu ada laporan, langsung kita lakukan penyelidikan dengan mengumpulkan data-data siswa yang menggunakan SKTM. Nanti akan kita cek ke rumah siswa tersebut untuk melihat kondisinya,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Ruangan komen telah ditutup.