MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ibu dan Anak di Semarang Tewas Mengenaskan Terjebak di Rumah Terbakar

0 1.368

MuriaNewsCom, Semarang – Tragedi mengenaskan terjadi di Kota Semarang, Minggu (8/7/2018) malam. Seorang ibu dan anaknya tewas terpanggang, setelah terjebak di dalam rumahnya yang terbakar.

Korban tewas diketahui bernama Linda Maria (47) dan anak perempuannya bernama Karlina Rinata (10). Kebakaran itu terjadi di sebuah rumah di Jalan Raya Bugangan 25, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, Kota Semarang. Dua orang korban terperangkap kobaran api dan tak bisa menyelematkan diri.

Linda meninggal ketika hendak menyelamatkan putrinya yang berada di ruangan lantai dua setelah berhasil menyelamatkan orangtuanya, Puji Astuti (70).

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 18.30 wib. Menurut keterangan saksi mata, Ahmad Ubaidillah, sebelum melihat rumah ituy terbakar, warga mencium bau asap menyengat di sekitar rumah korban.

Kemudian, laki-laki penjual nasi bungkus yang berada di sebelah kanan rumah korban mengecek lantaran penasaran adanya bau asap menyengat tersebut.

“Saya pas jualan, kok ada bau asap menyengat, saya toleh kanan kiri kemudian jalan ke kakan ngecek ada orang buka rolling dor di rumah itu (korban),” katanya.

Dari situ, Ahmad melihat adanya seorang perempuan tua tergeletak di ruang masuk bagian bawah. Kemudian, perempuan tersebut diangkat keluar untuk dijauhkan dari kobaran api.

“Saya juga melihat perempuan (Linda) berjalan naik ke atas, mungkin bermaksud menyelamatkan anaknya, tapi kok saya lihat, saya tunggu tidak turun-turun,” bebernya.

Ia menyebut, api yang membakar bangunan rumah tersebut bersumber dari ruangan belakang. Bahkan sempat terdengar adanya ledakan keras yang diduga sebuah tabung gas saat api telah membesar.

“Apinya dari ruangan belakang, mungkin dapur. Api terus membesar, sampai di ruang bagian atas,” ujarnya.

Terlihat bangunan yang terbakar tersebut berlantai dua yang terdiri dua bangunan saling berkaitan. Salah satunya, bangunan tersebut dipakai sebagai tempat usaha apotik dan tempat tinggal.

“Dulunya apotik, tapi sekarang hanya dipakai untuk jualan obat kecil-kecilan. Tadi pas tutup, memang biasanya kalau hari Minggu tutup, kalau kemarin-kemarin buka,” imbuhnya.

Sepuluh unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas SAR juga berjibaku untuk mengevakuasi korban tewas dari dalam rumah yang terbakar dan dibawa ke rumah sakit untuk diidentifikasi.

Hingga saat ini kasus kebakaran tersebut masih diselidiki oleh aparat kepolisian. Polisi juga akan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui secara detil penyebab kebakaran yang merenggut korban jiwa tersebut.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.