MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jalan Wilayah Perbatasan Pati-Blora Mengenaskan

0 702

MuriaNewsCom, Pati – Jalan Dukuh Morotopo, Desa Wateshaji, Kecamatan Pucakwangi, Pati, yang merupakan akses utama jalan menuju Desa Pekalongan, Kecamatan Pucakwangi dan Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Blora, sangat memperihatinkan.

Sebab, jalur tersebut sama sekali belum diaspal dan sulit dilalui dan berada di tengah hutan. Padahal, jalan itu merupakan akses utama warga untuk melakukan aktivitas.

Tokoh masyarakat Dukuh Morotopo, Gus Irfan mengatakan, kedua ruas jalan yang melewati hutan itu berjarak 3,5 kilometer. Sebagian di antaranya sulit untuk dilewati, mengingat jalannya belum diaspal.

“Winong dan Todanan lebih dekat dari Morotopo dibanding ke Pucakwangi. Anak-anak sini sekolahnya di Todanan dan Winong karena pertimbangan jarak,” ujarnya, Senin (9/7/2018).

Dia mengungkapkan, sekolah untuk jenjang SD paling dekat dengan Morotopo yakni SD Karanganyar, Kecamatan Todanan. Adapun SMP/MTs dan SMA/MA/sederajat yang terdekat dari Morotopo berada di Kecamatan Winong.

Pelajar asal Dukuh Morotopo, Desa Wateshaji, Kecamatan Pucakwangi melewati jalan di tengah hutan yang tergenang air. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

Di Kecamatan Pucakwangi, lembaga pendidikan mulai jenjang dasar hingga menengah memang tersedia. Hanya saja, dari Morotopo menuju ke sana relatif lebih jauh, sehingga tidak menjadi pilihan warga setempat.

“Kalau ke pusat Desa Pakishaji jaraknya lebih jauh. Apalagi ke pusat Kecamatan Pucakwangi, lebih jauh lagi karena jaraknya mencapai 15 kilometer,” jelasnya.

Gus Irfan menambahkan, kondisi jalan menuju Todanan dan Winong dalam kondisi tidak layak. Selain relatif sempit, jalan juga belum beraspal sehingga hanya dapat dilewati dengan berjalan kaki dan bersepeda motor.

“Kalau hujan ya motor kesulitan lewat. Anak-anak yang pergi sekolah terpaksa jalan kaki karena jalannya berlumpur karena tergenang air,” paparnya.

Irfan mengaku pernah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui kolega di Jakarta. Namun, akses bantuan pembangunan infrastruktur terkendala rekomendasi dari Pemkab Pati.

Diketahui, Morotopo merupakan perdukuhan dari Desa Wateshaji yang wilayahnya berada di tengah hutan di bawah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cabean pada Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lunggoh di bawah naungan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.