MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kera Ekor Panjang Ternyata Boleh Diburu, Tak Bakal Kena Hukum

0 1.261

MuriaNewsCom, Wonogiri – Petani di sejumlah daerah di Soloraya mengeluhkan serangan kera ekor panjang yang menginvasi permukiman dan areal pertanian. Warga tak ada yang berani menangkap atau memburu hewan ini karena khawatir akan kena masalah hukum, karena mengira kera jenis ini salah satu hewan yang dilindungi.

Namun menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, berdasarkan undang-undang kera ekor panjang atau macaca fascicularis bukanlah hewan yang dilindungi. Oleh karena itu masyarakat diperbolehkan memburu hewan primata tersebut untuk melindungi keselamatan diri.

Dikutip dari Solopos.com, beberapa kecamatan di Wonogiri tergolong rawan serangan monyet ekor panjang. Kecamatan tersebut antara lain Wonogiri, Eromoko, Selogiri, Manyaran, Nguntoronadi, Wuryantoro, Ngadirojo, dan Jatisrono.

Kera ekor panjang ini biasa menginvasi kawasan permukiman saat musim keramau, untuk mencari makanan. Sementara musim kemarau tahun ini di Wonogiri diperkirakan akan berjalan lama yakni tujuh bulan dimulai pada April 2018.

Kepala BKSDA Jateng, Suharman mengatakan, kera ekor panjang berbeda dengan lutung atau owa Jawa yang dilindungi. Sehingga jika kondisi masyarakat terancam terhadap invasi kera ekor panjang, warga bisa melakukan tindakan, termasuk melakukan perburuan.

Dari sisi undang-undang dan aturan negara, masyarakat diperbolehkan memburu monyet ekor panjang, terlebih predator monyet di Wonogiri hampir sudah tidak ada.

”Apabila masyarakat terkena cakaran atau gigitan monyet segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit karena dikhawatirkan terpapar penyakit yang dibawa monyet liar seperti rabies dan penyakit lainnya,” katanya.

Suharman mengatakan salah satu faktor penyebab kera ekor panjang turun mencuri tanaman bahkan masuk ke dalam rumah warga antara lain karena warga yang memberi makan monyet-monyet itu.

”Jangan pernah memberi makan monyet biarkan monyet mencapai keseimbangannya sendiri di alam. Apabila jumlah monyet kebanyakan biarkan bertahan hidup sendiri. Apabila diberi makan akan menimbulkan ketergatungan dan riskan terjadi konflik dengan manusia. Jangan pernah kasihan, biarkan monyet ekor panjang bertahan hidup secara alami,” ujarnya.

Habitat kera ekor panjang yang rusak dan terusik, makanan di habitat berkurang, juga menjadi faktor penyebab hewan ini menginvasi permukiman. Selain itu, koloni monyet yang terus bertambah juga memicu monyet mencari wilayah baru.

Kondisi cuaca yang panas dan sedang musim kemarau membuat monyet ekor panjang pergi mencari air minum. Menurutnya, pada habitat aslinya monyet sebenarnya tidak suka bersingunggan dengan manusia.

”Proses yang membentuk monyet menjadi dekat dengan manusia misalnya saat mereka menjadi tontonan di tempat wisata,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.