MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pasar Kobong Semarang Batal Dibongkar, Pedagang yang Semula Emosi Jadi Lega

0 405

MuriaNewsCom, Semarang– Pasar Ikan Rejomulyo atau Pasr Kobong Semarang batal dieksekusi dan dibongkar pada Kamis (28/6/2018) kemarin. Kondisi ini membuat pedagang pasar sedikit lega, meskipun sudah dioyak-oyak Pemkot Semarang untuk segera pinddah.

Pengurus Paguyuban Pedagang Ikan Basah dan Pindang (PPIBP) Pasar Rejomulyo, Mujibur Rohman mengatakan, pedaang mendapat edaran dari Dinas Perdagangan Kota Semarang unutk pindah ke pasar baru yang terletak 100 meter dari pasar lama maksimal Rabu (27/6/2018).

Dari surat edaran itu juga diketahui jika pada Kamis Bagian Aset Pemkot Semarang akan melakukan pembongkaran pasar pada Kamis (28/6/2018). Namun hingga kemarin eksekusi batal dilaksanakan.

“Dari surat edaran yang kami terima, rencananya akan dibongkar Kamis, tapi tidak jadi. Kami sedikit lega karena batal. Namun, surat edaran itu sudah membuat suasana memanas dan pedagang emosi,” katanya.

Mujib meminta Pemkot dan Dinas Perdagangan untuk tidak arogan dengan asal membuat surat yang berisi pemberitahuan agar pedagang segera pindah. Menurutnya, jika hal itu dilakukan maka yang didapat adalah penolakan.

“Persuasif lah. Kami juga mau kok diajak berdialog mencari solusinya. Jangam arogan dengan asal bikin surat,” ucapnya.

Mujib menuturkan, sebagai tindak lanjut atas konflik pedagang dengan Dinas Perdagangan dan Pemkot Semarang, paguyuban telah berkirim surat kepada Wali Kota Semarang, Sekda dan DPRD untuk meminta audiensi. Hanya saja, surat tersebut belum mendapat tanggapan.

Mujib menegaskan, para pedagang sebenarnya bersedia pindah ke pasar baru. Hanya saja Pemkot Semarang dan Dinas Perdagangan harus memperbaiki kondisi pasar baru sesuai permintaan pedagang.

“Kita siap dialog dan pindah. Tapi perbaiki dulu pasarnya sesuai permintaan. Yang paling utama yaitu terkait luasan kios, parkir dan tempat loading (bongkar muat),” jelasnya.

Ia menyebutkan, kondisi kios, parkir dan loading pasar saat ini tidak memadai. Untuk kios, pedagang meminta agar diberi tempat sesuai luasan yang ditempati di pasar lama.

Ia beralasan, jika menggunakan ukuran baru sesuai izin resmi, maka para pedagang tidak bisa menjual ikannya karena tidak mampu menampung.

“Kiosnya itu minimal sesuai ukuran yang ditempati di pasar lama karena sesuai kebutuhan. Kalau sesuai izin, kami tidak bisa kerja. Kiosnya sempit,” tambahnya.

Terkait lahan parkir, ia menambahkan, setidaknya mampu menampung 350 mobil dan 500 motor. Sedangkan lahan yang ada saat ini tidak mencukupi untuk itu.

Begitu juga untuk area bongkar muat ikan yang dinilai kurang luas. Padahal ada sekitar 250 truk dan pikap yang melakukan aktivitas bongkar muat ikan tiap malam.

“Kami minta Pemkot dan Dinas Perdagangan juga menunggu dua proses hukum yang masih berjalan. Satu gugatan PMH di PN Semarang dan Peninjauan Kembali (PK) di PTUN,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, penangguhan atau pembatalan pembongkaran Pasar Rejomulyo dikarenakan untuk menjaga kondusifitas wilayah di saat masih suasana Pilgub Jateng 2018 ini.

Meski demikian, ia menegaskan, batas waktu para pedagang untuk pindah ke pasar baru yaitu maksimal 27 Juni 2018 tetap berlaku. Pasalnya, proses relokasi pedagang tersebut menjadi kewajiban dari Dinas Perdagangan.

“Batas waktu kepindahan tetap berlaku. Jika tidak pindah, maka Rasar Rejomulyo baru akan kami isi dengan pedagang lain pada pekan depan,” kata Fajar.

Setelah pedagang direlokasi, rencananya Bagian Aset Pemkot Semarang akan melelang pembangunan ruang terbuka hijau di eks Pasar Rejomulyo lama. Selain itu, Pemkot akan melakukan pembongkaran pasar pada 15 Juli 2018 mendatang.

Terkait permintaan paguyuban pedagang atas perbaikan luasan, Fajar menegaskan, hal itu sudah dijawab dalam persidangan di PTUN Semarang maupun PTTUN Surabaya. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi pedagang untuk menolak menempati pasar baru.

“Kami rasa harus tegas dan pedagang jangan bermanuver terus. Kami tidakmau dipermainkan dengan gugatan-gugatan itu. Kami sudah menang di PTUN. Pasar sudah dibangun, jika tidak ditempati maka jadi mangkrak. Apalagi kami ditarget PAD dari pasar tersebut,” tukasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.