MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Diduga Akibat Obat Tetes yang Diedarkan Pasutri Ini, 47 Warga Sragen Jadi Korban

0 651

MuriaNewsCom, Sragen – Puluhan warga Kecamatan Kalijambe dan Kecamatan Sumberlawang, Sragen menjadi korban beredarnya obat tetes mata yang diduga ilegal. Obat tetes bermerk Miracle Betel itu dipasarkan pasangan suami istri melalui promosi di arisan-arisan ibu-ibu.

Akibatnya, hingga saat ini sudah ada 47 warga menjadi korban setelah mencoba obat tetes tersebut. Para korban mengalami bengkak pada mata, gatal serta panas. Bahkan sejumlah korban harus dilarikan ke rumah sakit. Puluhan korban ini, Selasa (12/6/2018) juga melapor ke Polres Sragen.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, dikutip dari Tribratanews Polda Jateng membenarkan kejadian menyeret hingga sejumlah 47 orang korban dari kabupaten Sragen ini. Ia juga telah memerintahkan seluruh kapolres untuk mendata dan mengusut jika ada korban lain.

“Kami perintahkan untuk mengecek apakah obat tetes mata tersebut memiliki standar keamanan dan kesehatan serta izin edar. Bila prosedur tersebut belum ada, maka perbuatan tersebut, pastinya melanggar aturan akan perbuatan memproduksi dan mengedarkan,” katanya.

Ia menyatakan, pengedar obat tetes mata ini bisa dijerat pidana sebagaimana UU no 36 th 2009 tentang Kesehatan pasal 196-197, jika terbukti obat tersebut tak memenuhi aturan.

Beredarnya obat bermerk Miracle Betel hingga menyeret korban hingga puluhan orang tersebut, bermula dengan adanya laporan warga Kampung Wonosari, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe Sragen, Minggu (10/6/2018) lalu.

Awalnya di kampung tersebut berlangsung pertemuan yang di hadiri oleh sejumlah 22 orang warga. Dalam pertemuan tersebut diisi promosi pengobatan dengan cara meneteskan obat mata bermerk Miracle Betel, yang dilakukan oleh pasangan suami istri bernama Sukijan Jhony dan Rusinah, warga Gedongan, Kecamatan Plupuh, Sragen.

Penetesan dilakukan pasutri ini, kepada 22 orang warga setempat peserta arisan RT, dengan iming-iming bahwa obat tetes mata tersebut akan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti jatung, paru-paru, pegal-pegal, penyakit stroke, Migran, dan masih banyak lagi.

Berselang 5 hari kemudian, ke 22 orang warga yang telah ditetes matanya ini, kemudian mengalami gangguan pada kedua matanya. Selain sejumlah 17 orang korban lainnya, ada sejumlah 5 orang korban yang mengalami iritasi hingga berakibat bengkak pada kedua mata, panas dan gatal.

Kemudian pada Sabtu (9/6/2018), kelima korban tersebut memghubungi pasutri yang telah meneteskan obat ke mata mereka, untuk meminta pertanggungjawaban dari mereka, berupa pengobatan ke rumah sakit. Lima korban pun dirujuk ke RS dr Sucipto Solo.

Pasca insiden ini, pada Minggu (10/6/2018), pasutri tersebut kemudian diundang warga Wonosari, bersama pihak medis Puskesmas Kalijambe, Sragen. Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa Puskesmas Kalijambe akan melakukan upaya preventif dan edukatif atas kejadian tersebut dan akan mengawal sampai tuntas.

Pihak Puskesmas Kalijambe juga akan melakukan pengobatan secara prosedural atas kejadian tersebut, sementara biaya pengobatan akan ditanggung oleh pihak pasutri tersebut.

Sementara itu, di Kecamatan Sumberkawang Sragen juga jatuh korban akibat obat tetes mata bermerk Miracle Betel tersebut. Ada 25 warga yang menderita setelah diberi tetes mata tersebut. Peristiwa inipun masih terus didalami Satuan Narkoba Polres Sragen, dengan menyita seluruh barangbukti obat tetes mata bermerk Miracle Betel.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.