MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sudirman Said Pastikan Cabut Kartu Tani Jika Jadi Gubernur

0 347

MuriaNewsCom, Blora – Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said kembali menegakan janjinya untuk mengevaluasi program Kartu Tani yang jadi program andalan cagub petahana Ganjar Pranowo selama memimpin. Tak hanya mengevaluasi, Sudirman Said bahkan menjanjikan untuk mencabut program tersebut.

Janji itu disampaikan langsung di hadapan para petani yang menggelar Kongres Tani di 6 Karesidenan se-Jateng, melalui teleconference di Desa Jipang Cepu Blora Jateng, Jumat, (8/6/2018) petang.

Sudirman menyebut, jika program Kartu Tanu justru menyengsarakan dan merepotkan petani untuk mendapatkan pupuk. “Jika saya dan Mbak Ida terpilih, kartu tani akan dicabut. Karena tak efektif,” kata Sudirman Said.

Ia juga mengaku sudah berkeliling di seluruh daerah di Jateng. Hampir semua petani mengeluhkan keberadaan Kartu Tani. Selain itu, nelayan juga mengeluhkan kartu nelayan yang tidak banyak berguna. Bahkan, untuk mengambil satu sak pupuk membutuhkan waktu yang lama.

“Ya karena ternyata petani hanya dikasih kartu dan buku tabungan kosong. Jadi kalau mau ambil pupuk harus mengisi tabungan dan jelas ribet,” ujarnya.

Sudirman menilai, sebagai daerah berbasi agraris, harusnya petani di Jateng bisa sejahtera. Apalagi disokong dengan 41 sungai besar serta 38 waduk besar dan masih ada embung-embung kecil.

“Tapi nyatanya, nasib petani semakin tak jelas dan bahkan jumlah petani di Jateng terus mengalami penurunan dari semula 5.1 juta menjadi 4.7 juta petani. Ini karena tak ada keterpihakan kepada petani. Padahal, petani merupakan pahlawan penjaga ketahanan pangan,” tandasnya.

Baca juga : 

Ia juga mengaku miris dengan kondisi Jawa Tengah yang merupakan daerah miskin ke 2 di Indonesia. Padahal, potensi sumber daya alam sangat besar dan sangat menjanjikan jika dikelola dengan maksimal. Hal itu masih diperparah dengan semakin menipisnya lahan pertanian dan beralih ke daerah pemukiman.

“Kondisi ini sangat ironi, potensi besar tapi tak dimaksimalkan. Harus ditata ulang, agar penyusutan lahan pertanian bisa diantisipasi secepatnya” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman juga mengajak agar petani kembali ke cara-cara organik. Karena jika terus menggunakan pupuk berpestisida, dalam jangka panjang akan merusak kesuburan lahan pertanian. Dengan begitu, otomatis akan mengurangi hasil tani dan harga jual juga menurun.

“Ayo bersama menjaga alam, salah satunya dengan kembali ke organik. Dan ini sudah terbukti berhasil dan akan meningkatkan hasil produksi,” ucapnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.