MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemudik ke Jateng Dimanjakan Banyak Pilihan Rute dan Cara Mudik

0 418

MuriaNewsCom, Semarang – Pada musim mudik dan balik Lebaran tahun 2018 ini, pemudik yang masuk ke Jawa Tengah dimanjakan dengan berbagai jalur pilihan. Mulai dari jalur utama berupa jalur tol maupun jalur pantura, hingga jalur alternatif.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso menyatakan, di Pulau Jawa terdapat tiga rute jalur mudik nasional yang bisa dipilih selain jalan tol. Yakni jalur pantura sepanjang 1.341 km, Lintas Tengah 1.197 km, dan Lintas Selatan 1.405 km.

”Secara umum, kesiapan jalur mudik tahun 2018 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi jalan nasional pada tahun 2018, 90 persen dalam kondisi mantap,” katanya dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Selain jalur darat, pemudik juga bisa memanfaatkan jalur laut, udara dan moda kereta api untuk mudik. Pemerintah juga menyedikan mudik gratis untuk memanjakan pemudik.

Ia menyebut, dengan banyaknya pilihan cara mudik dan alternatif jalur mudik Lebaran ke Jawa Tengah bisa mengurangi risiko kemacetan dan kecelakaan lalu lintas saat Lebaran.

“Saya kira pemerintah terus berupaya bekerja keras memberikan sejumlah kenyamanan pemudik Lebaran yang hendak pulang kampung. Ada setidaknya tiga cara mudik yang diupayakan memberikan kenyamanan pemudik, ada program mudik gratis, kemudian lewat tol dan jalur Pantai Selatan (Pansela),”terangnya.

Untuk mudik gratis, tahun 2018, Pemprov Jawa Tengah menyelenggarakan mudik gratis dengan kereta api dan bus yang bisa mengangkut hampir 10 ribu penumpang dari Jakarta. Kementerian Perhuhubungan, BUMN dan Jasa Raharja Jawa Tengah juga menyediakan fasilitas mudik gratis dengan total angkutan hampir mencapai hampir 280 ribu penumpang.

Fasilitas-fasilitas tersebut, kata Hadi, baiknya juga dimanfaatkan para pemudik agar meminimalisir angka kecelakaan dalam mudik maupun potensi kemacetan yang merugikan para pemudik.

Pasalnya, menurut data Korlantas Mabes Polri, pemudik motor masih mendominasi kasus kecelakaan mudik lebaran pada tahun 2015, 2016 dan 2017. Pada mudik Lebaran 2017, ada 3.168 kecelakaan yang melibatkan 5.860 kendaraan pada pelaksanaan mudik 2017. Dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan, 4.346 diantaranya adalah sepeda motor.

“Dengan dibukanya beberapa ruas tol ke arah Jateng kemudian adanya program mudik gratis harapannya akan mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor. Penurunan jumlah pemudik dengan sepeda motor yang masuk dan atau melintasi Jawa Tengah tahun lalu harapannya akan semakin menurun pada tahun ini. Tentu para pemudik sepeda motor ini lebih memilih beralih menggunakan moda transportasi umum alih-alih menggunakan mobil pribadi,”ungkap politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Meski jalur tol Trans Jawa bisa menarik atensi pemudik, jangan lupakan jalur Pantura maupun Lintas Selatan yang sebenarnya dalam kondisi sangat siap dilalui pemudik. 

“Untuk ruas tol alternatif Pantura, meliputi Bantarsari-Ketanggungan-Slawi-Randudongkal-Bantarbolang-Kebonagung-Wonotunggal-Bawang-Sukorejo-Boja-Ungaran,”tandasnya.

Alternatif terakhir, ujar Hadi, adalah dengan memanfaatkan Jalur pantai selatan ( pansela) Jawa. Terutama pemudik yang menuju Purworejo, Magelang, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri sebaiknya mencoba Jalur Lintas Selatan dan jalan Selatan – Selatan.

“Dua jalur lawas ini sebenarnya tidak kalah dengan mudik jalur tol. Sekarang baik di jalur Utara maupun Selatan juga bermunculan banyak destinasi wisata baru, para pemudik bisa menikmati panorama pantai, sawah, dan pegunungan. Selain itu, bisa juga menjadi lokasi foto yang menarik (instagramable). Sebagai contoh di kawasan Pantai di Kebumen, Purworejo hingga Kulonprogo di DI Yogyakarta serta Pracimantoro di Wonogiri.

 

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.