MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kawanan Rampok 20 Kg Emas dengan Modus Debt Colector Dibekuk Polda Jateng

0 789

MuriaNewsCom, Semarang – Jajaran Polda Jawa Tengah berhasil membekuk komplotan perampok emas yang beraksi di Kabupaten Grobogan dan Tegal. Modus yang digunakan yakni membuntuti dan menghentikan korban-korbannya dengan mengaku sebagai juru tagih.

Korban-korbannya merupakan distributor perhiasan emas. Korban kemudian disekap, diborgol dan mulutnya dilakban. Setelah berhasil menguras perhiasan, korban dibuang ke tempat sepi.

Dalam penangkapan yang dilakukan tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng, ada lima pelaku yang berhasil diamankan. Mereka John Luter Piri selaku ketua kelompok, Bambang (driver), Agus Triana dan Dedi sebagai eksekutor serta Santoso sebagai pengamat situasi.

Sementara barang bukti yang berhasil disita dari tangan pelaku berupa 10 kg emas batangan senilai Rp 1,5 miliar dan ratusan jenis perhiasan emas senilai  Rp 200 juta, dan uang tunai Rp 30 juta.

Barang bukti tersebut merupakan hasil kejahatan selama empat bulan terakhir, di dua lokasi yakni di wilayah Slawi Kabupaten Tegal dan di Grobogan.

Dalam aksinya di dua lokasi komplotan ini selalu memiliki modus yang sama. Mereka membuntuti dari belakang korban dengan sasaran distributor perhiasan emas. Identitas korban didapatkan dari Santoso, yang pernah bekerja di distributor emas.

Setelah membuntuti korban sampai di lokasi yang sepi, para pelaku kemudian melakukan aksinya dengan menodongkan senjata api. Korban disekap dengan menggunakan borgol, oleh pelaku dibuang ditinggal di tempat sepi.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan. komplotan asal Sulawesi Utara ini diringkus saat kabur ke Jakarta. “Beraksi di dua lokasi berbeda pada Februari dan Mei 2018,” katanya.

Dari dua kejadian Slawi, Kabupaten Tegal, komplotan ini berhasil menggasak 8 kg emas senilai Rp 1,9 miliar saat akan dikirim distributornya ke toko-toko emas. Sementara untuk di Grobogan yang terjadi pada bulan Februari 2018 lalu pelaku berhasil  menggasak 22 kg emas senilai Rp 2,9 miliar. “Pengiriman emas-emas ini tanpa pengawalan dari kepolisian,” katanya.

Para anggota komplotan ini, lanjut dia, memiliki peran masing-masing, termasuk informan tentang jadwal pengiriman emas. “Ada anggota yang bertugas menginformasikan jadwal pengiriman emas,” ujarnya.

Bersama dengan para pelaku, polisi mengamankan perhiasan emas berbagai jenis, pistol rakitan, serta sejumlah mobil yang digunakan saat beraksi.

Condro menuturkan karena emas hasil rampokan cukup banyak sehingga belum seluruhnya sempat dijual. “Ada yang sempat dikubur karena belum sempat dijual,” terangnya.

Sebagian hasil kejahatan yang dijual digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,  dan membeli barang berharga lainnya seperti mobil. Atas perbuatannya para pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.