MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jangan Paksakan Mudik dari Jakarta ke Jateng Lewat Tol, Ini Alasannya

0 6.404

MuriaNewsCom, Semarang – Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso mengimbau kepada pemudik dari Jakarta ke Jateng untuk tidak memaksakan menggunakan jalur tol. Hal itu dikarenakan belum sepenuhnya ruas tol Jakarta-Surabaya berfungsi secara penuh atau operasional.

Beberapa ruas tol di Pantura yang dibuka secara fungsional untuk musim mudik dan balik Lebaran 2018, masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.

“Tahun ini ada operasionalisasi jalan tol pantura untuk mudik, pasti orang Jabodetabek ingin merasakan jalan tol dari Jakarta ke Solo, atau bahkan sampai Mantingan. Tapi jangan paksakan lewat tol, karena jika berangkat dari Jakarta, cek Waze, Google Maps dan social media, nanti menemui adanya kemacetan di tol karena belum sepenuhnya tol berfungsi secara operasional,”katanya.

Meski demikian, pihaknya juga mempersilakan pemudik untuk mencoba jalur tol baru yang dibuat melintas di Jateng. Di antaranya Pejagan-Pemalang, Pemalang-Semarang, Semarang-Colomadu.

“Bagi yang mudik lewat tol yang baru silahkan dicoba, untuk rute Jakarta-Cikarang, Cikarang- Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang dan Semarang-Salatiga, semuanya sudah operasionalnya, siapkan kartu tolnya,”ujarnya.

Dia mengatakan, untuk tarif tol Jakarta-Palimanan sekitar Rp 118 ribu, rute tol Palimanan-Pemalang sekitar Rp 90 ribu, Pejagan-Pemalang Rp 57 ribu dan Semarang-Salatiga Rp 42 ribu.

“Tapi hati-hati sampai H-2, Jembatan Kalikuto di perbatasan Kendal-Batang belum bisa dilalui, harus keluar di underpass Gringsing, masuk pantura 500 meter lalu masuk lagi tol di weleri,” lanjutnya.

Untuk tol Batang-Semarang baru bisa digunakan satu jalur untuk 2 lajur mobil, pada H-7 dari barat ke timur dan H+7 sebaliknya. Bahkan kecepatan yang disarankan sekitar 40 km/jam. Sedangkan rest area ada banyak dan ada depo BBM tiap 10 km.

“Untuk ruas tol Batang-Semarang, itu masih fungsional, belum operasional. Artinya meskipun jalannya sudah bagus tapi belum berbayar, bisa dilewati, namun belum diverifikasi. Di tol Batang-Semarang ini baru bisa satu arah, kemudain tol Semarang-Salatiga sudah operasional,”jelas politikus PKS ini.

Selanjutnya, tol ruas Salatiga-Colomadu masih merupakan jalur tol fungsional, karena belum ada pintu tolnya. Dia juga menyebut jalur ini hanya berlaku satu arah saja, baik dari arah Salatiga-Colomadu atau sebaliknya.

“Disitu masih banyak yang belum sempurna, masih tanah dan agak semi-semi berdebu. Ada lima jembatan yang dikerjakan, ditaregtkan pada H-7 Lebaran sudah bisa digunakan fungsional,”katanya lagi.

Selain tol, pemudik juga bisa menggunakan ruas pantura yang saat ini dalam kondisi bagus, ada sedikit permasalahan di beberapa titik pembangunan jalan. ” Tol Kaligawe sampai pertigaan genuk jadi titik kemacetan yang harus hati-hati,” lanjutnya.

Untuk ruas tol alternatif Pantura, meliputi Bantarsari-ketanggungan-slawi-randudongkal-Bantarbolang-Kebonagung-Wonotunggal-Bawang-Sukorejo-Boja-Ungaran dalam kondisi siap.

Demikian pula untuk para pumudik ke Purworejo, Magelang, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri sebaiknya mencoba Jalur Lintas Selatan dan jalan Selatan – Selatan. “Semua dalam kondisi mulus dan penuh destinasi wisata baru,”pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.