MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jangan Wariskan Dosa Hoax dalam Hidupmu

0 390

MuriaNewsCom, Kudus – Penyebaran berita palsu atau hoax, masih kerapkali terjadi di Indonesia. Padahal, mewariskan hoax bisa jadi dosa yang bisa ditanggung seumur hidup oleh seseorang.

Hal itu disampaikan Kanit Keamanan Negara Satuan Intelkam Polres Kudus Ipda Subkhan, di hadapan anggota GP Ansor dan Fatayat NU Ranting Undaan Tengah, Kecamatan Undaan.

”Karena sesuatu yang salah dan sudah terlanjur dikirim melalui media online atau media sosial (medsos) yang kalian miliki, maka bisa jadi akan abadi. Dan hal itu akan menjadikan dosa jariyah bagi pengirimnya,” tegasnya.

Dalam acara ngabuburit bertemakan Gema Ramadhan Dialog Kebangsaan Merajut Keberagaman dalam Bingkai NKRI Guna Menangkal Faham Radikalisme tersebut, Subkhan mengatakan jika sudah banyak contoh bagaimana banyak negara yang terlibat perpecahan, bahkan peperangan, karena hoax.

Semua bentuk perpecahan dan perang saudara, sebagaimana dikatakan Subkhan, diawali dengan hoax, ujaran kebencian, dan finah. ”Satu lagi adalah mudah diadu domba. Ini yang sangat memprihatinkan bagaimana penyebaran hoax bisa menimbulkan sebuah kekacauan seperti itu,” paparnya.

Dicontohkan Subkhan, negara seperti Arab awalnya adalah satu. Tapi sekarang sudah terpecah menjadi 22 negara. Semuanya berawal dari mudahnya mereka diadu domba.

”Negara kita ini, terdiri dari berbagai suku bangsa. Namun telah bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jangan sampai kemudian dipecah belah karena adanya ujaran kebencian, karena hoax, apalagi fitnah,” tegasnya.

NKRI dibangun bukan untuk waktu 100 tahun saja. Tetapi untuk selamanya. Karena itu, Subkhan mengajak semua pihak untuk menjaga dan merawatnya. ”Itu sangat penting dilakukan. Di antara perbedaan yang ada, jangan sampai kita terpecah belah. Justru hal itu menjadikan bukti bahwa kita satu di antara keberagaman. Perbedaan itu sudah menjadi takdir dari Tuhan. Dan mengingkari perbedaan adalah bentuk tidak bersyukurnya kita atas nikmat-Nya,” jelasnya.

Untuk itu, Subkhan menegaskan jika semua pihak, jangan sampai menjadi penyebar konten yang berisi hoax, ujaran kebencian, dan fitnah. Tetapi jadilah pembuat konten yang benar dan bermanfaat. ”Bukan karena pelucutan senjata sebuah perdamaian terjadi. Tapi karena pelucutan kebencian di hati yang mewujudkannya,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.