MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

8 dan 20 Rakaat Tak Dibedakan, Tarawih di Masjid Agung Solo Dipimpin Dua Imam

0 418

MuriaNewsCom,  Solo – Masjid Agung Solo tak melaksanakan dua kali salat tarawih dalam semalam untuk Ramadan tahun ini. Jemaah majelis delapan rakaat dab 20 rekaat disatukan dalam satu waktu, namun dengan dua imam secara bergantian.

Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Muhammad Muhtarom, model seperti ini sudah dilakukan sejak tahun lalu. Sementara tahun-tahun sebelumnya Masjid Agung Solo selalu menggelar dua kali salat tarawih.

Masing-masing dibedakan atas jumlah rakaat dalam salat tarawih, yakni jemaah pertama yang mengerjakan 8 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir, dan jemaah lainnya mengerjakan 20 rakaat tarawih plus 3 rakaat witir.

“Tahun ini kita sama seperti tahun lalu. Tidak dua salat tarawih, tapi satu kali salat tarawih semalam,” katanya dikutip dari Solopos.com.

Secara teknis, jemaah bersama-sama mengerjakan salat tarawih berjemaah 8 rakaat plus witir 3 rakaat. Bagi yang ingin mengerjakan 20 rakaat, berhenti saat witir dan melanjutkan kembali mengerjakan sisanya.

Ia menyebut, pihak pengelola masjid menyiapkan dua imam untuk memimpin salat tarawih itu. Mereka semua adalah para hafiz atau penghafal Al Quran. Imam pertama akan bertugas memimpin salat tarawih 8 rakaat dan tiga witir.

Setelah itu, imam yang kedua bertugas untuk memimpin salat tarawih hingga hitungan 20 rakaat plus tiga witir. Meskipun disatukan dalam satu majelis, namun sikap saling toleran dan saling menghargai dalam kerangka keharmonisan salat tarawih berjemaah tersebut tetap terjaga.

“Konsep dari Masjid Agung adalah ngemong semua perbedaan yang ada. Jadi untuk menjaga keharmonisan jemaah, pihak Masjid Agung mengakomodasi semua perbedaan itu untuk menjadi satu,” katanya.

Konsep salat tarawih yang dilakukan pada Ramadan tahun ini, diakui oleh para pengurus masjid merupakan sebuah konsep yang tepat untuk menggantikan keberadaan dua jemaah salat tarawih dalam satu atap yang dipisahkan oleh pembatas tembok.

Seperti diketahui bahwa konsep salat tarawih tersebut mulai diberlakukan di Masjid Agung sekitar tahun 1989. Dulunya tarawih di Masjid Agung itu 23 rakaat. Namun untuk mengakomodir semua perbedaan, pada tahun 1989 mulai diberlakukan dua jemaah salat tarawih yang dilakukan di dua ruangan yang masih dalam satu atap.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.