MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Gunungwungkal, Pati Tutup Penggilingan Batu Ilegal

0 620

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan warga di Desa Sumberrejo, Kecamatan Gunungwungkal nekat melakukan aksi penutupan perusahaan penggilingan batu CV. Citra Batu di desa setempat, Selasa (15/5/2018). Penutupan tersebut lantaran membuat warga setempat resah karena polusi udara yang ditimbulkan dari proses penggilingan batu di perusahaan tersebut.

Selain itu, perusahaan tersebut disinyalir didirikan tanpa sepengetahuan warga setempat. Ironisnya, semua perusahaan penggilingan batu di Desa Sumberrejo tersebut, yakni sebanyak tujuh perusahaan, semuanya berasal dari luar daerah.

Salah satu warga, Endang, 40, warga Desa Sumberrejo, Gunungwungkal mengaku, sebelum melakukan aksi penutupan itu, pihaknya sempat melakukan audiensi sebanyak dua kali, yakni pada 8 dan 11 Mei lalu. Dalam audiensi tersebut, pihaknya mengaku sudah sepakat dengan perusahaan agar tidak ada lagi penggilingan.

“Lha saat ini, tiba-tiba saja sudah ada perusahaan baru. Pemiliknya merasa bebas ngapain saja karena itu lahannya dan tidak izin warga,” jelasnya.

Selain polusi udara yang ditimbulkan, warga juga meresahkan suara bising dari mesin penggiling batu tersebut. Sebab, itu membuat warga tidak nyaman. Apalagi, kontraksi gilingan batu membuat tanah dan perabotan warga bergetar. Bahkan, tak jarang pula kaca rumah warga yang pecah.

“Itu pengalaman kami bertahun-tahun menderita dengan adanya penggilingan batu. Apalagi ini mau ditambah perusahaan baru yang katanya lebih besar lagi mesinnya. Selain itu, tanaman warga di sekitar penggilingan menjadi gersang. Belum lagi lahan kami yang tidak laku dijual karena berdekatan dengan tempat penggilingan batu,” keluhnya.

Warga berharap, perusahaan penggilingan batu yang baru dihentikan. Jika semakin banyak perusahaan penggilingan batu di desa itu, semakin membuat warga resah. Terlebih kompensasi yang diberikan tidak seberapa dengan penderitaan warga.

Lebih dari itu, mereka juga memprotes perusahaan penggilingan batu milik CV HGMS, yang izin penambangannya secara manual, tetapi saat ini sudah merubah menjadi lebih besar dan tidak sesuai perizinannya.

Editor : Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.