MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Anggota FKG Wadul Sekda Grobogan Soal Pendidikan Anak di Perbatasan Jatim

0 329

MuriaNewsCom, GroboganPuluhan orang yang tergabung dalam wadah Forum Komunitas Grobogan (FKG) melangsungkan audensi dengan Sekda Grobogan Moh Sumarsono, Senin (14/5/2018). Hadir pula dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Amin Hidayat dan Kepala Bappeda Anang Armunanto.

Saat audensi, mereka meminta agar Pemkab Grobogan lebih memperhatikan dua hal di wilayah perbatasan Jawa Timur. Khususnya, di Desa Suwatu, Kecamatan Gabus yang wilayahnya sudah berbatasan dengan Kabupaten Ngawi.

“Ada dua hal yang perlu diperhatikan di Desa Suwatu. Yakni, masalah pendidikan dan akses jalan,” kata Mohammad Nurul Hidayat, perwakilan dari komunitas pecinta alam.

Ia menjelaskan, dari kunjungan yang dilakukan di Desa Suwatu, tingkat pendidikan anak dinilai masih rendah. Yakni, masih banyak anak yang hanya mengenyam pendidikan sampai jenjang SD saja. Sementara minat melanjutkan pendidikan ke level SMP atau SMA masih minim dibandingkan daerah lainnya.

“Terus terang kami prihatin dengan kondisi ini. Kami berharap Pemkab bisa memberikan solusi,” ungkapnya.

Dayat menjelaskan, FKG yang baru terbentuk sembilan bulan lalu itu merupakan wadah dari berbagai komunitas yang ada di Grobogan. Mereka ini memiliki komitmen untuk membantu Pemkab sesuai kapasitas yang dimiliki.

Sebelumnya, FKG juga sudah melakukan kegiatan di Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari. Tujuannya, untuk mengembangkan potensi wisata alam di desa yang ada di kawasan pegunungan Kendeng Utara itu.

“Pengembangan wisata di Desa Dokoro sudah kita persiapkan. Sekarang kami juga menaruh kepedulian dengan masalah pendidikan di Desa Suwatu yang lokasinya paling ujung dan berbatasan dengan Jawa Timur,” cetusnya.

Kepala Dinas Pendidikan Amin Hidayat mengakui, jumlah anak di Desa Suwatu yang melanjukan pendidikan ke SMP atau SMA memang cukup minim. Kondisi itu disebabkan berbagai faktor. Antara lain, kesadaran orang tua, ekonomi dan jarak yang jauh untuk melanjutkan sekolah.

“Masalah ini segera kita sikapi. Upaya tercepat yang bisa dilakukan dengan membikin kejar paket disana,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Moh Sumarsono menambahkan, untuk perbaikan jalan menuju Desa Suwatu sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu. Pada tahun ini, anggaran perbaikan jalan dari ruas jalan Desa Keyongan menuju Desa Suwatu sudah dialokasikan dana sekitar Rp 9 miliar.

“Perbaikan jalan mudah-mudahan sudah tuntas tahun ini. Setelah dilelang, perbaikan jalan akan dilakukan. Tinggal sedikit yang rusak,” katanya.

Ia mengapresiasi keberadaan FKG yang memiliki kepedulian dengan berbagai bidang. Ia juga salut dengan komitmen FKG yang akan mendukung Pemkab untuk mewujudkan Grobogan agar lebih hebat.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.