MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Teror Bom Bandara A Yani dan Penangkapan Teroris di Semarang Hoaks

0 3.087

MuriaNewsCom, Semarang – Pascateror bom beruntun di Surabaya sejak Minggu (13/5/2018) kemarin hingga Senin (14/5/2018) pagi, beredar sejumlah kabar terjadi aksi teror di sejumlah daerah, termasuk di Kota Semarang. Kabar yang menyebutkan adanya bom di Bandara  A Yani Semarang dipastikan hoaks.

Meski demikian sempat terjadi kepanikan di bandara lantaran adanya barang mencurigakan di antara tenant di bandara. Paket tersebut sempat dikira bom, dan setelah dilakukan pemeriksaan kardus tersebut berisi barang milik penumpang, bukan bom seperti kabar yang beredar.

”Itu barang penumpang yang tertinggal, isinya sparepart. Memang keberadaan kardus itu sempat membuat orang-orang panik,” kata Hidya Ramadhina, Staf Humas Angkasa Pura (AP) I, saat dihubungi MuriaNewsCom.

Corporate Secretary AP I Israwadi kepada wartawan juga membenarkan jika paket yang dikabarkan bom itu merupakan sparepart eskavator milik penumpang yang tertinggal. Paket tersebut merupakan hasil temuan tim pengamanan yang melakukan patroli.

Ia menyebut, semenjak muncul ledakan bom di Surabaya dan Sidoharjo, pihaknya melakukan peningkatan pengamanan di Bandara A Yani Semarang. Peningkatan pengamanan juga dilakukan karena menjelang musim mudik Lebaran 2018.

Sebelumnya beredar kabar berantai yang menyebut ada penemuan bom di Bandara A Yani Semarang yang belum sempat meledak.

Baca juga : 

Selain kabar ini, juga menyebar kabar tentang penangkapan seseorang yang membawa tas ransel di Simpanglima Semarang yang diduga teroris. Ada tiga foto yang beredar, yang satu di antaranya berisi foto bom rakitan.

Namun Kabid Humas Polda Jateng, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmaja membantah hal itu. Ia menyebut, info tentang penangkapan teroris di Simpanglima Semarang adalah kabar bohong. “Kami imbau masyarakat tidak menelan mentah-mentah informasi dari media sosial,” ujarnya.

Ia menyebut, Polda Jateng saat ini menetapkan status siaga 1 aksi terorisme. Hal ini terkait aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya.

Meski demikian, warga diminta untuk tidak panik, dan tak terprovokasi dengan isu-isu yang tak jelas kebenarannya. Pihak polda juga meminta masyarakat untuk tak menyebarkan foto-foto korban teror bom di Surabaya, agar tak memicu ketakutan dan keresahan.

“Jangan share gambar kejadian teror yang membuat resah dan takut masyarakat. Infokan ke Polri apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.