MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemerhati: Teknologi Pertanian Tak Membuat Buruh Tani Sejahtera

0 419

MuriaNewsCom, Pati – Pemerhati pertanian Kabupaten Pati, Ahmad Solikin (43) menilai, semakin banyaknya teknologi pertanian yang muncul akhir-akhir ini, disatu sisi memang memudahkan para petani. Tetapi disisi lain juga mematikan harapan hidup para buruh tani. Sebab, lahan pekerjaan mereka sudah digantikan oleh mesin.

“Banyak yang dikorbankan dengan munculnya teknologi pertanian tersebut. Seperti munculnya mesin pemanen padi Combine Harvester, tenaga manusia sudah tidak digunakan lagi. Artinya, buruh tani tidak bisa bekerja lagi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (12/5/2018).

Lebih dari itu,  munculnya teknologi pertanian tersebut juga mempunyai efek domino. Dipastikan, angka pengangguran produktif semakin bertambah. Belum lagi ongkos yang akan dikeluarkan para petani apabila menggunakan mesin tersebut.

Dia menilai, munculnya berbagai teknologi pertanian tersebut seharusnya diimbangi dengan solusi yang tepat. Sebab, satu mesin pemanen padi bisa meggeser puluhan buruh tani yang berakibat pada hilangnya lahan pekerjaan mereka.

Lanjutnya, kehadiran teknologi pertanian itu merupakan konsekuansi perkembangan zaman. Tetapi, pemerintah tidak bisa lepas tangan dengan tidak memperhatikan nasib buruh tani. Di wilayah perdesaan, ratusan buruh tani saat ini sudah menganggur, mencari pekerjaan lain, tetapi tidak ada yang bisa dikerjakan.

“Pemerintah seharusnya memperhatikan buruh tani, jangan hanya membeli mesin lalu mereka tidak diperhatikan lagi. Apakah diberikan lapangan pekerjaan, atau dilatih kewirausahaan  dan lain sebagainya, sehingga buruh tani tetap  mendapatkan penghasilan,” pintanya.

Dia juga meminta agar pemerintah atau dinas terkait  lebih responsif dan aktif dalam memantau perkembangan pertanian. Tidak hanya di sektor petani saja, tetapi menyentuh ke buruh tani. Mengingat, sejauh ini belum ada upaya pemerintah untuk mensejahterakan buruh tani atau memberia pekerjaan yang layak kepada mereka.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.