MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Semua Wilayah di Lereng Muria Jadi Percontohan Kota Cerdas

0 416

MuriaNewsCom, Semarang – Kabupaten-kabupaten di lereng Pegunungan Muria terpilih menjadi percontohan smart city (kota cerdas) 2018 tingkat nasional. Di Jateng ada 13 kabupaten/kota yang terpilih menjadi percontohan program tersebut.

Sementara total daerah di Indonesia yang terpilih menjadi percontohan sebanyak 50 kabupaten/kota. Dengan banyaknya daerah di Jateng yang menjadi percontohan, memungkinan Jateng menjadi smart province pertama di Indonesia.

Data di Kemenkominfo RI, hampir seluruh kabupaten di wilayah eks-Karesidenan Pati terpilih, kecuali Kabupaten Rembang. Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Blora dan Grobogan semuanya terpilih.

Delapan daerah lain di Jateng yang terpilih yakni Kota Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Magelang, Banyumas, Batang, Pemalang, dan Kendal.

Staf Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI, Dwi Elfrida Martina menyebut, ada beberapa pertimbangan dalam menetapkan raw model smart city. Untuk bisa mengikuti assessment, salah satu kriterianya yakni memiliki kemampuan keuangan daerah, sehingga bisa mandiri dalam mengintepretasikan masterplan dan quick win (program yang bisa dirasakan masyarakat).

“Jadi, ketika sudah kita bantu untuk membuat masterplan, the next year bisa mengimplementasikan. Dan kita memastikan bahwa mereka pun sudah ready sumber dayanya,” kata Dwi.

Indikator lainnya, indeks kota hijau yang sudah diukur Kementerian PUPR RI. Ini menurut dia, untuk meyakinkan jika wilayah tersebut sudah memiliki infrastruktur dasar, seperti jalan, sanitasi, air bersih, maupun infrastruktur dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Kinerja pemerintah pun menjadi pertimbangan, khususnya menyangkut seberapa bagus mereka memberikan pelayanan kepada publik, termasuk memanfaatkan TIK.

Dwi menyebut, jika komitmen kepala daerah maupun kepada dinas terkait, menjadi penilaian utama. Selanjutnya, baru menilai infrastruktur, regulasi, dan sebagainya, baik melalui data maupun interview. Hal itu untuk melihat kesiapan pemerintah daerah menjadi kota cerdas.

“Apalagi, berdasarkan tahun lalu, dari 25 kabupaten/kota, yang lulus menyelesaikan programnya hanya 24 kabupaten/kota. Indikator keberhasilannya, mengikuti program di tahun pertama, menyelesaikan masterplan smart city, quick win, dan program percepatan,” tegas wanita yang juga PIC Gerakan Menuju 100 Smart City ini.

Syarat percepatan tak mesti membuat aplikasi yang canggih. Tapi bagaimana program yang sederhana dapat direalisasikan minimal 80 persen pada tahun berjalan, dan program tersebut berkaitan langsung dengan masyarakat.

Dia menunjuk contoh, program smart health dengan menyediakan layanan online untuk pasien rumah sakit, program efisiensi layanan perizinan, membuat inovasi smart parking, dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng, Dadang Somantri menambahkan, pemprov terus meningkatkan layanan infrastruktur TIK untuk meningkatkan pelayanan dan menuju provinsi cerdas.

Ia mengklaim, sejumlah instansi sudah memberikan layanan cerdas. Seperti layanan di sektor kesehatan, perizinan, perpajakan. Bahkan untuk referensi bacaan bagi masyarakat, Pemprov Jateng sudah memiliki perpustakaan digital i-Jateng.

Pihaknya juga tengah menyempurnakan open data di Jawa Tengah. Untuk ini pihaknya berkolaborasi dengan seluruh pemkab/kota yang menjadi bagian dari kunci terintegrasinya layanan informasi publik menuju provinsi cerdas.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.