MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tol Laut Selatan Jawa Telah Dibuka, Pelabuhan Juwana Menyusul

0 754

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah telah meresmikan jalur tol laut selatan Jawa. Jalur pelayaran perintis yang dilayani Kapal Bintan Utama berkapasitas 4.400 ton itu mengambil rute Dermaga Wijayapura Cilacap–Banyuwangi–Celukan Bawang PP.

Peresmian jalur tol laut selatan Jawa ini dilakukan Plt Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko di Dermaga Wijayapura Pelindo III Cilacap, Rabu (9/5/2018). Heru menyebut, dibukanya jalur ini akan mampu menghemat tingginya biaya pengiriman barang.

Ia menjelaskan, pelayaran perintis itu membutuhkan waktu tempuh 49 jam dari Dermaga Wijayapura ke Banyuwangi. Selain itu, jalur tol laut ini juga akan mampu memangkas kebutuhan truk pada jalur darat.

Menurutnya, jika sebanyak 4.400 ton barang diangkut melalui jalur darat menggunakan truk, maka kendaraan yang dibutuhkan sangat banyak. Selain itu juga akan memakan waktu perjalanan lebih lama dibanding lewat jalur laut.

“Untuk pelayaran perdana, Kapal Bintan Utama mengangkut sebanyak 1.000 ton semen. Produk semen dari Cilacap ini juga banyak dibutuhkan di Jawa Timur dan mengirimnya menggunakan kapal. Bayangkan kalau 4.400 ton barang diangkut lewat jalur darat berapa ribu truk yang dibutuhkan,” kata Heru, dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng, Sabtu (12/5/2018).

Ia menyatakan, rintisan tol laut wilayah selatan ini nantinya tak hanya mengangkut barang, tapi juga diproyeksikan untuk mengangkut penumpang. Rintisan pertama di Cilacap ke arah timur, selanjutnya ke arah barat melintasi Pangandaran, Pelabuhan Ratu, dan seterusnya.

Selain tol laut di Jateng wilayah barat dan selatan, pihaknya juga mengusulkan adanya tol laut di pesisir utara. Yakni di Pelabuhan Tegal dan Pelabuhan Juwana, Kabupaten Pati.

Langkah itu sebagai upaya mendukung perdagangan antarpulau. Termasuk untuk mengangkut dan mengirim beragam produk UMKM dari Jateng ke berbagai daerah di penjuru Nusantara.

“Tol laut seperti ini tidak hanya di wilayah selatan dan barat, daerah pesisir pantai utara nantinya juga diharapkan ada tol laut, karena daerah Tegal dan Juwana sudah iri,” terang Heru.

Apalagi Heru menyebut, tak sedikit produk UMKM daerah pesisir utara yang dijual sampai ke NTT, Ambon, Papua, maupun Sulawesi.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Candra Irawan menyatakan, pembangunan tol laut bertujuan untuk memperlancar arus penumpang, produk ke seluruh penjuru Tanah Air.

Sampai saat ini, kebutuhan tol laut perintis masih sangat diperlukan. Terutama, untuk daerah-daerah tertinggal atau wilayah terpencil dan belum berkembang dengan fasilitas transportasi terbatas, bahkan belum tersedia sama sekali.

“Jika dilihat dari wilayah, Cilacap ini memang sangat memerlukan. Adanya perintisan dan proaktifnya pemerintah daerah bisa memberikan hasil yang saat ini akhirnya jalur perintis diadakan. Pihak pemerintah memang terus berusaha agar ini muncul, termasuk nanti jalur-jalur pelabuhan yang akan dilalui,” terang Candra.

Rencananya, pengembangan angkutan laut perintis barang jalur selatan terdiri atas tiga tahap. Setelah melayani rute Cilacap–Banyuwangi–Celukan Bawang PP.

Selain itu, angkutan perintis laut selatan juga akan melayani rute antarkabupaten, yakni Cilacap–Pangandaran–Pelabuhan Ratu, kemudian kembali ke Cilacap–Kulon Progo–Pacitan–Prigi/Trenggalek–Banyuwangi–Celukan Bawang.

“Untuk tahap ketiga, akan dilakukan penambahan kapal dengan sistem crossing sehingga tercapai layanan yang efektif dan efisien,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.