MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Merapi Bergemuruh dan Semburkan Asap Tebal, BNPB Sebut Masih Normal

0 399

 

MuriaNewsCom, Magelang – Gunung Merapi, Jumat (11/5/2018) pagi tadi bergemuruh dan mengeluarkan asap membumbung tinggi ke udara. Gemuruh terdengar hingga tiga kali, dan membuat warga di sekitar kawasan berapi aktif tersebut ketakutan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, jika Gunung Merapi mengalami letusan freatik. Letusan terjadi sekitar pukul 07.40 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut letugasan ini tidak berbahaya.

“Status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah. PVMBG tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik,” kata Sutopo dalam keterangan persnya.
Ia menyebut, dalam letusan freatif pagi tadi, tinggi kolom letusan adalah 5.500 meter atau 5,5 km dari puncak kawah. Letusan tersebut menyebabkan suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat. “Letusan melontarkan abu vulkanik, pasir dan material piroklatik,” ujarnya.

Ia menyebut, letusan tersebut terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap tenang. Para pendaki gunung Merapi diimbau mengikuti rekomendasi dan tidak memaksakan diri mendekati puncak kawah.

Asap tebal yang membumbung dari letusan Merapi terlihat hingga Semarang. Warga di sekitar Merapi, seperti di Magelang, Boyolali, maupun Klaten sempat ketakutan dengan letusan tersebut.

Namun BPBD Klaten menyebut jika dilihat dari warna asap yang muncul dari letusan Merapi, kategorinya masih aman, sehingga warga tak perlu mengungsi.

BPBD juga telah mendatangi warga tiga desa tertinggi di lereng Merapi sisi Kabupaten Klaten. Ketiga deda di Kecamatan Kemalang itu adalah Desa Sidorejo, Balerante dan Tegalmulyo. Tujuannya untuk memantau situasi sekaligus menenangkan warga.

Kepanikan juga terlihat di Magelang, bahkan warga sudah berkumpul untuk bersiap mengungsi. Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Magelang Didik Wahyu Nugroho menyebut, tim BPBD Kabupaten Magelang terjun langsung ke lapangan untuk menenangkan masyarakat.

“Ada tiga tim BPBD Kabupaten Magelang terjun di tiga kecamatan, yakni Srumbung, Dukun, dan Sawangan yang merupakan zona bahaya Merapi,” katanya.

Ia mengatakan sebagian masyarakat memang sudah ada yang berkerumun di titik kumpul dan pihaknya berupaya memberikan penjelasan pada mereka untuk tetap tenang.

Editor : Ali Muntoha

Hari Kemerdekaan 2018 Pc
United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.