MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Film Anak Negeri, Kisah Masa Kecil Ganjar Diputar Perdana di Bioskop Semarang

0 484

MuriaNewsCom, Semarang – Film Anak Negeri dilaunching dan diputar perdana di bioskop E-Plaza Semarang, Rabu (9/5/2018). Film yang mengisahkan tentang masa kecil hingga remaja Ganjar Pranowo itu saat tayang perdana ditonton ratusan orang.

Meski film baru dimukai pukul 10.30,namun penonton sudah antre tiket sejak pukul 09.00. Antrean mengular dari loket hingga pintu keluar bioskop.

Selain dari Kota Semarang, penonton juga berduyun-duyun datang dari sekitar Ibu Kota Jawa Tengah. Bahkan ada yang datang dari Solo dan Banyumas.

Agus Salim, warga Demak, salah satunya. Ia mengaku ingin menonton setelah melihat trailer di facebook. “Saya nonton cuplikannya kok sepertinya bagus makanya saya datang sama teman-teman, ingin ketemu dan foto sama pak Ganjar juga,” kata pria tambun ini.

Film yang mengambil cerita dari novel berjudul sama karya Gatotkoco Suroso itu digarap sineas muda Yogyakarta.  Pemutaran film dimulai pukul 10.30 dan dihadiri langsung Ganjar Pranowo, produser Anak Negeri Andika Prabangkara, dan penulis novel Anak Negeri Gatotkoco Suroso.

Andika Prabangkara mengatakan, produksi film ini memakan waktu cukup singkat. Hanya 1,5 bulan. Awalnya, ia membuat film ini per chapter. “Total ada 10 chapter, masing-masing mengisahkan dari masa kecil Pak Ganjar SD di Tawangmangu, pindah ke Kutoarjo sampai lulus kuliah di Yogya,” katanya.

Pada tiap chapter film ini berdurasi sekitar 10 menit. Film akan ditayangkan per chapter lebih dulu di media sosial Youtube. “Ya niatnya bikin semacam web series,” tukas Mirwan Arfah, Sutradara.

Namun akhirnya diputuskan akan dirilis versi full movie lebih dahulu. Sedangkan film per chapter akan diunggah di Youtube usai launching. Andika juga berniat memutar film ini ke kampung-kampung keliling Jateng.

“Kami punya pop cinema, mungkin kayak layar tancap tapi formatnya digital semua jadi kualitas gambarnya bisa maksimal,” katanya.

Ganjar yang hadir bersama istrinya Siti Atikoh mengaku terkejur. Ia tak menyangka bakal ratusan penonton yang hadir pada nonton bareng ini. Ia berharap filmnya mampu memberi inspirasi pada generasi muda untuk tidak pernah menyerah menggapi cita-cita.

“Kisah saya mungkin tidak luar biasa, tapi ada banyak pelajaran dalam film ini yang mungkin bisa menginspirasi,” katanya.

Sementara Siti Atikoh mengaku menangis tiga kali selama menonton film berdurasi satu jam 10 menit itu. Mafhum, karakter Atikoh juga turut diperankan dalam film yang diproduksi relawan tersebut.

Atikoh memang sudah menjalin asmara dengan Ganjar sejak kuliah. Ia menjadi saksi lika-liku hidup Ganjar ketika kuliah, menjadi aktifis yang suka demo, dan masa awal menjadi kader PDI Perjuangan.

“Ketika (adegan) pindah dari rumah lama ke rumah baru, kondisinya memang dadakan dan sangat darurat jadi psikologis keluarga mas Ganjar seperti itu apa benar-benar membuat saya menangis,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Hari Kemerdekaan 2018 Pc
United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.