MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dana Desa dan Pengembangan Kewirausahaan Perdesaan

0 457

Sejak ditetapkannya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa, setiap desa memiliki jaminan untuk mengatur dan mengelola sendiri wilayahnya. UU ini memberikan mandat bagi pemerintah untuk mengalokasikan dana desa. Sesuai Permendes Nomor 19 tahun 2017, dana ini diprioritaskan untuk mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat perdesaan. Namun selama ini pemanfaatan dana desa masih didominasi untuk pembangunan fisik. Berdasarkan informasi dari Buku Pintar Dana Desa yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan, pada tahun  2016, 87.7 % dana desa digunakan untuk pembangunan fisik, sedangkan untuk pemberdayaan masyarakat hanya sebesar 6,8%, dan sisanya untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pembinaan kemasyarakat. Selain untuk pembangunan fisik, pemanfaatan dana ini seharusnya dapat mendorong pemberdayaan potensi lokal untuk mewujudkan kesejahteraan di kawasan perdesaan.

Upaya pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui pengembangan kewirausahaan perdesaan. Upaya ini menjadi penting karena bukan hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, namun juga mendorong keberlanjutan kesejahteraan perdesaan. Beberapa ahli berpendapat bahwa kewirausahaan dapat menjadi penggerak pembangunan ekonomi lokal serta meningkatkan standar kehidupan masyarakat lokal. Untuk itu, penggunaan dana desa ini dapat didorong untuk mendukung pengembangan badan usaha milik desa (BUMDes), pengembangan UMKM perdesaan.

Dana desa dapat digunakan untuk mendorong pengelolaan potensi desa melalui badan usaha. BUMDes merupakan motor penggerak pembangunan kawasan perdesaan dengan mengelola usaha produktif yang berlandaskan gotong-royong dan kekeluargaan. Adanya dana desa ini dapat membantu memberikan modal untuk menggerakan unit usaha BUMDes. Beberapa contoh desa yang berhasil mengembangkan BUMDes dengan menggunakan dana desa antara lain terdapat pada Desa Ponggok, Kab.Klaten yang bergerak di bidang pariwisata, Desa Panggungharjo, Kab.Bantul yang fokus dalam pengelolaan sampah.

Dana desa dapat bermanfaat untuk mengembangkan kapasitas berwirausaha di kawasan perdesaan. Sejauh ini pengembangan kewirausahaan perdesaan mengalami persoalan seperti rendahnya keterampilan SDM, dan akses terhadap modal. Adanya dana desa juga dapat membantu untuk memberikan pelatihan terkait pengolahan, pengemasan, branding, maupun pemasaran UMKM. Selain itu, dana desa juga dapat memberikan jaminan modal atau alat produksi untuk usaha mikro kecil menengah.

Sebagai bentuk wirausaha kolektif, pembentukan BUMDes memerlukan modal sosial yang tinggi dari masyarakat. Apabila hal tersebut dipenuhi, maka cenderung lebih mudah mencapai kesepakatan terutama berkaitan dengan alokasi pendanaan dana desa. Akan tetapi, pengalokasian dana desa ini akan menjadi tantangan apabila untuk pengembangan kewirausahaan secara individu. Untuk itu, diperlukan mekanisme pengalokasian dana yang mampu menciptakan keadilan masyarakat.

Freda Setiawan, ST

Mahasiswa S2 PWK ITB 2017 Warga Kabupaten Grobogan

 

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.