MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mahasiswa di Kendal Ini Nekat Perkosa Teman Sekolahnya, Gara-gara Lihat Ini

0 1.316

MuriaNewsCom, Kendal – Entah setan apa yang merasuki orak mahasiswa asal Kendal berinisial ATP (20) ini hingga nekat memperkosa seorang gadis yang menjadi teman waktu masih di bangku sekolah. Gadis berinisial IS (20), warga Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal itu diperkosa saat berada di rumah sendirian.

Bahkan akibat pemerkosaan yang dialaminya, pada bagian kemaluan korban terus mengeluarkan darah hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa pemerkosaan ini terjadi pada Sabtu (14/4/2018). Saat itu, ATP mahasiswa perguruan tinggi di Semarang yang tinggal di Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri datang ke rumah korban. Saat itu, pelaku langsung bernafsu ketika melihat korban keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk.

Kapolsek Weleri AKP Abdillah Umar menjelaskan, kasus tersebut bermula dari chating WA antara pelaku dan korban. Dengan alasan sebagai teman sekolah, pelaku menyebut akan berkunjung ke rumah korban. Namun pelaku tak menyebut jam berapa akan datang.

Usai menerima pesan WA, korban pun mandi. Tiba-tiba pelaku memberitahukan jika ia sudah berada di depan rumah. Karena tak menaruh curiga, korban yang masih berada di dalam kamar mandi menyuruh pelaku masuk, karena pintu rumah tak dikunci.

“Namun setelah korban selesai mandi dan hanya berbalut handuk, ketika akan masuk ke kamar tiba-tiba korban didorong masuk ke kamar lalu dipeluk dan direbahkan ke kasur. Tangan korban ditahan pelaku, dan kemudian diperkosa,” kata Kapolsek, Selasa (17/4/2018).

Agar tidak berteriak mulut korban dibekap dengan tangan. Pelaku juga berkali-kali membentak korban agar tidak berteriak dan meronta. Setelah itu, pelaku melakukan aksi bejatnya.

Perbuatan paksa terhadap korban itu membuat kemaluan korban mengeluarkan banyak darah dan tidak berhenti.

“Korban dan pelaku panik, karena banyak darah berceceran di lantai kamar dan sprei kasur. Korban lari ke kamar mandi dan berusaha membersihkan ceceran darah dengan tisu, namun darah masih mengalir hingga akhirnya korban menghubungi ibunya,” ujarnya.

Setelah orangtuanya datang lalu korban dibawa ke bidan desa. Namun bidak tidak mampu mengatasinya, sehingga korban harus dirujuk ke RSUD Suwondo Kendal.

Orang tua korban juga langsung melapor ke polisi dengan dugaan pemekosan. Polisi langsung bergerak cepat melakukan penangkapan dan mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.