MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tempat Wisata Alam di Grobogan Ini Berkaitan dengan Kisah Legenda Cindelaras, Begini Kisahnya

0 1.359

MuriaNewsCom, Grobogan – Pengunjung yang datang di obyek wisata alam Cindelaras di Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh ternyata tidak sekedar menikmati pemandangan alam saja. Sebagian di antaranya juga menyempatkan waktu untuk berwisata religi di kawasan itu.

Yakni, mengunjungi petilasan Pangeran Cindelaras, putra Raja Putra dari Kerajaan Jenggala Jawa Timur. Kisah Cindelaras ini sangat populer dalam cerita legenda nusantara.

Petilasan itu berada satu komplek dengan kawasan wisata alam tersebut. Bentuknya berupa rumah kecil yang terbuat dari kayu. Dalam rumah tersebut, konon kabarnya adalah lokasi tempat mengubur ari-ari Cindelaras ketika dilahirkan.

“Cindelaras memang lahirnya di kawasan hutan ini. Dulunya ini masih hutan belantara. Disini adalah tempat mengubur ari-arinya,” jelas Mbah Rusmin, juru kunci petilasan Cindelaras tersebut.

Rusmin menyatakan, sejak puluhan tahun, sudah banyak peziarah yang mengunjungi petilasan itu. Biasanya, peziarah agak ramai jika Malam Jumat Kliwon.

Sejauh ini, ada pula mahasiswa yang membuat bahan tulisan atau kajian mengenai Cindelaras itu. “Saya sudah beberapa kali menerima tamu mahasiswa. Katanya mau bikin skripsi atau tulisan mengenai Cindelaras,” katanya.

Selain itu, ada pula sendang yang dulu digunakan Cindelaras dan ibunya semasa tinggal di hutan. Mata air yang dinamakan Sendang Panguripan itu berada sekitar 100 meter diatas petilasan.

Dalam cerita legenda dikisahkan, Raden Putra sang Raja Jenggala, mempunyai dua orang istri. Keduanya adalah permaisuri dan selir yang wataknya berbeda. Sang Permaisuri juga baik budi pekertinya. Sedangkan sang Selir buruk kelakuannya.

Istri selir sangat iri dengan permaisuri. Dia merencanakan untuk menyingkirkan sang permaisuri dari istana kerajaan.

Akhirnya, siasatnya berhasil. Berkat hasutan selir, Raja Putra akhirnya mengusir sang permaisuri dari istana kerajaan. Bahkan raja juga memerintahkan patih kerajaan untuk membunuh permaisuri di hutan.

Permaisuri yang saat itu tengah mengandung itu akhirnya dibuang di hutan. Namun, Patih kerajaan tidak mau menuruti perintah untuk membunuhnya karena tahu jika semua itu adalah siasat licik dari selir raja.

Dalam pembuangan itulah, permaisuri akhirnya melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Cindelaras. Keduanya tinggal di kawasan hutan belantara tersebut hingga Cindelaras beranjak dewasa.

Cindelaras memiliki sebuah ayam jago yang kuat dan bunyi kokoknya aneh tidak seperti ayam biasanya. ” Kukuruyuk … Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah hutan belantara, atapnya daun kelapa, ayahnya raden putra raja jenggala.”

Lantaran bunyi kokok ayam itulah Cindelaras akhirnya diberitahu ibunya tentang jati dirinya sesungguhnya. Setelah mendengar cerita ibunya, Cindelaras akhirnya bermaksud menuju Kerajaan Jenggala ditemani ayam jagonya.

Sepanjang perjalanan, banyak orang ingin mengadu ayam jagonya tetapi tidak ada satupun yang menang. Kehebatan ayam jagonya itu akhirnya didengar oleh Raja Putra hingga akhirnya Cindelaras ditantang adu jago oleh penguasa kerajaan Jenggala.

Dalam pertarungan itu, jago milik Cindelaras akhirnya menang. Dari kemenangan itulah, akhirnya Cindelaras mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya.

Setelah tahu siapa sebenarnya Cindelaras, sang raja kemudian merasa menyesal dan meminta maaf. Selanjutnya, raja memerintahkan patih kerajaan untuk menjemput pulang permaisuri dan menghukum selir. Setelah Raja Putra wafat, kendali kerajaan diteruskan oleh Cindelaras.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.