MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Kata PKS Soal Mencuatnya Tagar #2019GantiPresiden

0 295

MuriaNewsCom, Pati – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat suara terkait mencuatnya tagar #2019GantiPresiden yang menyebar di media sosial. PKS menyebut meluncurkan tagar tersebut dengan tujuan utama untuk mengganti presiden pada pada Pilpres 2019 mendatang.

Tagar #2019GantiPresiden dipopulerkan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Gerakan ini muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kaos, gelang hingga gelas yang bisa diperoleh di berbagai kanal penjualan.

Tagar ini sempat menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jopkowi) yang menyebut mengganti presiden tak bisa hanya dengan kaus. Ini berkaitan dengan banyaknya gerakan membuat kaus dengan tulisa tagar #2019GantiPresiden.

Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan, tagar itu sengaja diluncurkan agar dalam pilpres mendatang jangan sampai diikuti calon tunggal. PKS sendiri dipastikan berkoalisi dengan Partai Gerindra dan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

“Kami di PKS, seperti diketahui bersama, meluncurkan gerakan tagar #2019GantiPresiden, ide dasarnya adalah PKS tidak ingin calon tunggal di Pemilihan Presiden, nanti apa kata dunia negara dengan penduduk besar tidak bisa nyari calon alternatif,” katanya di Pati, Jumat (13/4/2018).

Dia mengungkapkan bahwa partainya mengenaskan pada posisi menginginkan calon alternatif pada Pilpres tahun 2019 mendatang. Ia memastikan, calon alternatifnya tersebut harus menang.

Ia pun mengaku mensyukuri, gerakan tagar #2019GantiPresiden semakin disambut luas dan positif masyarakat Indonesia.

“Sekarang tagar tersebut menjadi milik masyarakat, tidak didanai, ini atas kesukarelaan sendiri mereka membiayai kaus. Artinya apa? di bawah alam sadar mereka menginginkan perubahan dan pergantian presiden di tahun 2019,” ujarnya.

Atas gerakan yang semakin massif tersebut, imbuh Sohibul Iman, petahana (Jokowi) harus
menyadari bahwa ada yang tidak pas dalam pemerintahan saat ini.

“Ini sekaligus pesan untuk petahana, bahwa ada yang tidak pas di pemerintah saat ini, dan di 2019 nanti kita harus berkompetisi secara fair, biarkan masyarakat yang memilih,” kata mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.