MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Anak-anak di Kota Semarang Bermain Besi Tua Sebesar Pepaya, Ternyata Itu Mortir Aktif

0 638

MuriaNewsCom, Semarang – Proses pembongkaran rumah-rumah dibantaran sungai dalam proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Kota Semarang, ditemukan barang mencurigakan.

Sejumlah anak-anak diketahui bermain-main dengan besi tua seberat 50 kg dan sebesar papaya. Besi itu sempat dikira batu atau besi biasa, namun ternyata barang tersebut adalah mortir peninggalan zaman Belanda.

Mortir itu ditemukan pada Kamis (12/4/2018) petang, sekitar pukul 17.30 WIB. Salah satu saksi, Catur Wahyudi, warga Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari, Kota Semarang menyebut, mortir itu ditemukan di puing-puing rumah tetangganya yang diratakan untuk proyek normalisasi.

Bahan peledak militer dengan panjang 40 cm, diameter 20 cm dan berat kira-kira 50 kg yang pertama kali ditemukan oleh anak-anak ini, awalnya dikira besi tua dan hendak dijual/dikilokan. Namun ada warga yang curiga karena besi tua itu berbentuk seperti peluru, langsung melaporka ke Polsek Gayamsari.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Wahyuni Sri Lestari langsung datang ke lokasi untuk menyelidiki asal-muasal mortir itu. Ia meminta kepada warga agar tak mendekat ke lokasi kejadian. Pihaknya juga langsung menghubungi Tim Gegana Jibom Satbrimob Polda Jateng.

Tim Gegana tiba di lokasi pukul 21.10 WIB kemudian mengamankan mortir tersebut. Proses evakuasi mortir ini sedikit merepotkan tim Jibom. Karena medan yang notabene lokasi proyek normalisasi sungai dan juga minim penerangan.

Regu penjinak bom selanjutnya mengevakuasi mortir untuk diangkut ke Mako Satbrimob Polda Jateng. Wakasubden Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jateng Iptu M Huda menjelaskan, meski usia mortir itu sudah sangat tua, namun kemungkinan masih aktif.

“Walaupun mortir ini adalah peninggalan zaman perjuangan merebut kemerdekaan dahulu dan fisiknya berkarat, akan tetapi tidak menutup kemungkinan mortir tersebut masih aktif dan siap meledak kapanpun,” terangnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor ke polisi jika menemukan benda mencurigakan seperti bom. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.