MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pendaki Asal Selandia Baru Hilang di Merbabu, 2 Jalur Pendakian Ditutup

0 403

MuriaNewsCom, Semarang – Seorang survivor asal Selandia Baru, Andrey Voytech dilaporkan hilang saat mendaki di Gunung Merbabu. Pendaki dari luar  negeri itu dikabarkan hilang kontak sejak Jumat (30/3/2018) dan hingga Senin (1/4/2018) pagi belum ditemukan.

Upaya pencarian terhadap survivor itu terus dilakukan. Termasuk dengan menutup sementara dua jalur pendakian, untuk proses pencarian. Dua jalur yang ditutup yakni jalur Cuntel dan jalur Thekelan.

“Penutupan sementara dilakukan mulai 2-4 April 2018, untuk keperluan pencarian korban,” kata Kasubah TU Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Johan Setiawan.

Informasi yang beredar, Andrey mendaki Merbabu pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, melalui jalur pendakian Cunthel,  Getasan, Kabupaten Semarang.

Dari keterangan pihak kepolisian,  Andrey berangkat dari penginapannya menaikin sepeda motor sewaan Honda Beat sekira pukul 03.30 WIB. “Andrey selama naik gunung selalu berkomunikasi dengan temannya yang ada di hotel,” ungkap Kapolsek Getasan AKP Masrurun, Senin (2/4/2018).

WNA yang datang dari arah Yogyakarta sehari sebelumnya itu sempat menginap semalam di Hotel Sanjaya Kopeng. Pada Jumat sore, sekitar pukul 16.57 WIB ia memberikan kabar terakhir kepada seorang kawannya.

Masrurun menjelaskan bahwa pada 06.00 WIB, yang bersangkutan sempat mengabarkan kepada temannya bila sudah sampai Pos I. Jam 07.43 WIB berada di Pos II. Bahkan, Andrey terdeteksi mengirim foto selfie ke temannya, menunjukkan dia berada di Puncak Kenteng Songo.

Sahabat Andrey, Sistha Amina Verdiani (19) melaporkan saat hendak mendaki, korban diketahui menggunakan celana tiga perempat berwarna krem, jaket tentara berwara hijau dan tas ransel berwarna krem.

”Sabtu sore kami baru mendapatkan laporan. Lalu kami ke Polsek Getasan bersama temannya dari Magelang untuk melaporkan bahwa temannya lost contact sejak hari Jumat sore jam tiga,” kata Suryo Sigit, Koordinator Pinoes Rescue.

Para relawan SAR segera mencari keberadaan pendaki ini. Pada Sabtu malam, sebanyak 40 relawan menyisir ke beberapa desa yang menjadi pintu keluar dari jalur pendakian, tetapi hasilnya nihil. Andrey diketahui sempat bertemu dengan beberapa pendaki lokal dalam perjalanannya turun di Pos Pending. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi dengan melibatkan 80 personel relawan dan warga sekitar.

Sampai Minggu sore, pencarian masih terus dilakukan. Namun, cuaca yang diwarnai hujan dan petir membuat pencarian dihentikan, dan kembali dilakukan pagi tadi.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.