MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkot Semarang Siapkan Rusunawa Tambahan untuk Nelayan Tambaklorok

0 212

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah akan membangun Rusunawa di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara. Rusunawa akan diperuntukkan bagi warga sekitar terutama bagi nelayan.

Menurut Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, pembangunan rusunawa di kawasan Tambaklorok ini diupayakan tahun ini. Pembangunan akan dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Pembicaraan terakhir dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah bersedia paling lambat tahun ini aka nada penambahan satu blok tower di Rusunawa Kudu,” ujarnya.

Rencana kedua, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, pembangunan rusunawa untuk menampung para nelayan di Tambaklorok yang terdampak proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang.

“Rencana berikutnya, menampung nelayan yang hari ini terpaksa harus minggir dulu. Nanti, setelah area disposalnya sudah diisi dengan urukan tanah dari normalisasi Sungai BKT, akan dibangun rusunawa,” katanya.

Diakuinya, beberapa nelayan di kawasan Tambaklorok sekarang ini harus menyingkir dulu sebagai imbas dari normalisasi Sungai BKT, tetapi nelayan-nelayan itu nantinya akan dibangunkan rusunawa oleh pemerintah.

Jadi, kata politikus PDI Perjuangan itu, rusunawa yang akan dibangun di Tambaklorok harus ditempati oleh orang-orang yang bekerjanya di sektor laut, yakni nelayan yang terdampak normalisasi Sungai BKT.

“Untuk tahun ini, satu blok tower Rusunawa Kudu. Kalau rusunawa di Tambaklorok untuk nelayan sudah dipastikan baru bisa dibangun dalam dua tahun ke depan. Ini sudah kami sosialisasikan dengan warga di Tambaklorok,” katanya.

Kalau untuk penambahan tower Rusunawa Kudu, kata dia, untuk masyarakat umum, tetapi untuk rusunawa di Tambaklorok nantinya dikhususkan bagi nelayan yang terdampak normalisasi Sungai BKT Semarang.

“Sekarang ini, disposal areanya kan masih berupa air, laut. Nanti, setelah diuruk tanah endapan dari proyek normalisasi Sungai BKT baru bisa dibangun. Nanti, sudah dipastikan dua tahun ke depan,” katanya.

Yang jelas, kata Hendi, Pemerintah Kota Semarang tetap akan memperhatikan para nelayan yang terdampak proyek normalisasi Sungai BKT Semarang agar tetap bisa mendapatkan hunian yang layak.

“Kapasitanya, kalau untuk Rusunawa Kudu yang tahun ini dikerjakan hanya satu blok tower, namun untuk rusunawa di Tambaklorok mestinya bisa lebih dari satu tower. Nanti, detail dan teknisnya sama dinas,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.