MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jangan Harap Kebagian Jika Tak Bikin Janji, Lontong Opor Bu Pangat Cepu Ini Larisnya Kebangetan

0 983

MuriaNewsCom, Blora – Segala cara dilakukan banyak orang untuk mendapatkan sesuatu. Tidak terkecuali untuk mengisi perut dengan makanan. Di Blora, tepatnya di daerah Kapuan, terdapat lontong opor Bu Pangat.

Untuk mencapai warung ini, kita harus melewati hutan jati yang jaraknya dari Kecamatan Cepu lumayan jauh. Namun, perjuangan yang panjang itu berakhir dengan segarnya kuah lontong opor Bu Pangat menghangatkan tenggorokan.

Warung ini berada di daerah Ngloram, Desa Kapuan, Kecamatan Cepu. Di warung ini beraneka keunikan bisa kita lihat. Seperti rasa kecele ketika sudah jauh-jauh sampai ke Kapuan tapi lontong opor sudah ludes.

Seperti dialami Giyanto, warga Semarang yang hendak mencicipi lontong opor ini. Bersama keluarganya harus gigit jari karena lontong opor Bu Pangat ini sudah habis.

Gonduk aslinya. Sudah sampai sini malah habis. Saya dari Surabaya sengaja pulang lewat Bojonegoro terus mampir ke sini untuk makan karena rekomendasi teman, ternyata sudah habis, ya sudah makan di Blora saja,” katanya, kecewa.

Kekecewaan Giyanto akhirnya teredam dengan penjelasan karyawan Bu Pangat. “Kalau ke sini pesan dulu, Pak. Ini kartu namanya,” katanya.

Menurut para pelanggan setia Bu Pangat, mereka harus pesan dulu sebelum berangkat ke sana jika tidak ingin gigit jari seperti yang dialami Giyanto. “Pernah kami lupa pesan dulu, sampai sini sudah habis. Padahal jauh-jauh dari Blora,” ujar Lista, pengunjung lain.

Bu Pangat meracik lontong opor dengan bumbu rahasia. Namun, kelezatan dan cita rasa masakannya juga tercipta pada kayu jati sebagai alat pengganti kompor untuk memasaknya.

“Saya memasaknya dengan kayu jati yang kering dan kayu jati tidak menimbulkan asap sama sekali. Rasa makanan jadi lebih alami tidak bercampur asap,” cerita Bu Pangat saat dikunjungi Sudirman Said, cagub Jateng beberapa waktu lalu.

Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said menikmati opor lontong Bu Pangat yang sudah dikenal kelezatannya. (MuriaNewsCom/Hana Widya)

Habiskan 50 Ekor Ayam Setiap Hari

Setiap hari Bu Pangat menyediakan 50 ekor ayam dere’ atau ayam muda yang besar dan dagingnya tidak alot. Proses pemotongan ayam dilakukan setelah subuh dan memulai masak opor pukul 08.00. “Kalau ada pesanan bisa potong ayam sampai 70 ekor,” tambah Bu Pangat.

Untuk lontong, Bu Pangat membuat sendiri. Proses memasaknya butuh waktu delapan jam dimulai dari pukul 00.00 dinihari. Berbeda dengan lontong opor lainnya, Bu Pangat menyajikan tekstur kuah lontong yang gurih dan daging ayam yang lunak dan sedikit pedas menyatu dengan kuah lontong opor ini.

Di rumah makan yang bernuansa jati dengan dinding berwarna serba hijau ini, Bu Pangat melayani para pembeli dengan cekatan. Warung ini buka sejak pukul 08.00. Sebelum pukul 12.30 sudah dipastikan lontong opor ini habis.

Sementara, pelanggannya berjubel setiap hari. Dari warga sekitar sampai masyarakat luar Blora sudah merasakan lontong opor ayam bikinan bu Pangat ini. Bahkan tokoh-tokoh ternama juga pernah mencicipinya. Terutama Sudirman Said beberapa waktu lalu.

“Ini Lontong opor yang luar biasa,pedes tapi bikin ketagihan,” kata Sudirman Said saat dimintai komentarnya usai mencicipi segarnya kuah lontong opor tersebut.

Cukup dengan Rp 10.000,- kita bisa dapat seporsi lontong opor. Untuk minumnya, kita bisa minum bir tekek. Bukan bir dalam arti sebenarnya. Orang Blora menyebut bir tekek yaitu minum air putih dari kendi tanah liat yakni menuangkan air putih dengan  kendi. Bagian leher kendi dipegang dan kita minum air dari ujung kendinya, seperti ditekek bukan?

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.