MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kemacetan Semarang Mulai Dekati Jakarta, Capai 37 Jam Per Tahun

0 336

MuriaNewsCom, Semarang – Kemacetan yang terjadi di Kota Semarang semakin parah. Pertumbuhan kendaraan yang begitu cepat, tak sebanding dengan penambahan luas jalan. Alhasil kerugian yang cukup besar menjadi dampak dari kemacetan tersebut.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyebut, kemacetan yang terjadi di ibu kota Jawa Tengah itu sudah mencapai 37 jam dalam setahun. Angka ini sudah mendekati kemacetan Jakarta yang mencapai 55 jam setahun (tahun 2016).

”Hasil penelitian lembaga riset Inrix juga menyebutkan rata-rata tingkat kemacetan di Kota Semarang sudah mencapai 37 jam dalam setahun,” kata Kepala Dishub Kota Semarang, Muhammad Khadiq dikutip dari metrojateng.com.

Berdasarkan catatan yang dimilikinya juga lama waktu yang dibutuhkan pengendara saat macet mencapai 17 persen. Bahkan pada jam sibuk persentase waktu berkendara meningkat menjadi 21 persen.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, sebelumnya meminta pemerintah kota mencari solusi yang benar-benar manjur untuk mengatasi persoalan kemacetan. Banyak sekali faktor penyebab kemacetan yang harus segera bisa diselesaikan oleh dinas-dinas yang terkait.

Dia menjelaskan, salah satu yang menjadi penyebab kemacetan jalan raya yaitu adanya kredit kendaraan yang murah. Hanya dengan modal Rp500 ribu dan KTP setiap orang saat ini dapat membawa motor baru ke rumah. Sehingga beban jalan raya semakin lama jelas semakin bertambah.

Belum lagi pertambahan penduduk dan pendatang dari daerah tetangga yang bekerja di Kota Semarang, Sehingga pemerintah perlu mencarikan solusi yang benar-benar manjur mengatasi persoalan kemacetan saat ini.

“Tidak terhindarkan memang pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang, dari data Samsat Kota Semarang tercatat sekitar 1,6 juta kendaraan roda dua dan 500 ribu mobil. Ini harus ada kajian yang mendalam terkait solusi kemacetan mumpung belum terlambat,” pungkasnya.

Dilansir Kompas.com, hasil penelitian INRIX atau lembaga analisis data kemacetan lalu lintas asal Washington, Amerika Serikat, yang dipublikasikan Senin (20/2/2017), memaparkan bahwa pada 2016 pengendara mobil di Jakarta menghabiskan waktu 55 jam dalam setahun akibat terjebak kemacetan.

Data itu menempatkan Jakarta di peringkat ke-22 kota termacet di dunia. Hasil survei itu juga menunjukkan bahwa kemacetan Jakarta “hanya” lebih baik dibandingkan Bangkok, Thailand, yang menempati peringkat pertama sebagai kota termacet di Asia Tenggara dengan waktu total 64,1 jam setahun.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.