MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Biaya Haji 2018 Naik Jadi Rp 35,23 Juta Per Jemaah, Jatah Makan Jadi 58 Kali

0 577

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah dan DPR RI menetapkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2018 mengalami kenaikan dibanding BIPH tahun 2017. Biaya haji ditetapkan sebesar Rp 35,23 juta per jemaah, atau naik sekitar Rp 345 ribu dibanding tahun sebelumnya.

BPIH ditetapkan dalam rapat antara Kemenag dengan Komisi VII DPR RI, Senin (12/3/2018) kemarin. Dilansir dari CNN Indonesia, dengan kenaikan biaya ini, pemerintah memastikan adanya peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah haji.

Di antaranya penambahan jumlah petugas mencapai 4.100 orang sesuai dengan peningkatan kuota haji. Lalu, jumlah makan jemaah di Mekah menjadi 40 kali atau meningkat dari tahun lalu sebanyak 25 kali. Sedangkan, jadwal makan di Madinah tetap 18 kali. Sehingga totalnya 58 kali.

Dari sistem pemondokan di Madinah akan menerapkan sistem full booking time. Hal ini berbeda dari tahun sebelumnya yang tidak full booking time, namun berdasarkan kedatangan.

Adapun pertimbangan masa haji sebesar 41 hari dari sebelumnya 39 hari dan peningkatan kualitas koper, tas, dan batik seragam bagi jemaah.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong mengatakan, kenaikan biaya haji sesuai dengan kurs rupiah terhadap riyal Arab Saudi. Menurut dia, transaksi ibadah haji menggunakan rupiah untuk di dalam negeri, dan riyal untuk transaksi di luar negeri, dengan nilai tukar sebesar Rp 3.750 per riyal,” ujarnya.

BPIH merupakan biaya yang ditanggung secara mandiri oleh jemaah (direct cost). Sementara, biaya yang dibayarkan dari optimalisasi pengelolaan biaya yang ada di pemerintah (indirect cost) mencapai Rp 6,32 triliun pada tahun ini.

Secara rinci, komponen BPIH terdiri dari harga rata-rata penerbangan, seperti tiket, pajak bandara, dan lainnya sebesar Rp27,4 juta per jemaah. Lalu, harga rata-rata pemondokan di Mekah sebesar 4.450 riyal dengan rincian 3.378 riyal dari dana optimalisasi dan sebesar 668 riyal atau setara Rp3,2 juta dibayarkan oleh jemaah.

Kemudian, harga sewa pemondokan di Madinah sebesar 1.200 riyal dari biaya optimalisasi dan biaya hidup sekitar 1.500 riyal atau setara Rp 5,35 juta yang dibayarkan oleh biaya optimalisasi yang diberikan ke jemaah dalam bentuk riyal.

Sementara, indirect cost terdiri dari, biaya pelayanan jemaah di luar negeri sebesar Rp 5,24 triliun, biaya pelayanan di dalam negeri Rp 290,35 miliar, biaya operasional jemaah di Arab Saudi Rp 144,68 miliar, serta biaya operasional jemaah di dalam negeri Rp 220,41 miliar.

“Lalu, ada sekitar Rp30 miliar dana cadangan yang digunakan untuk antisipasi selisih kurs dan biaya tak terduga yang menyangkut pelayanan langsung kepada jemaah,” terang Ali.

Sementara, Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan, kenaikan BPIH tak lepas dari pengaruh kebijakan pemerintah Arab Saudi yang memberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 5 persen pada tahun ini. Hal ini berimplikasi kepada seluruh biaya barang dan jasa yang digunakan oleh jemaah haji.

“Sehingga, harga penginapan, restoran, dan lainnya meningkat,” kata Lukman pada kesempatan yang sama.

Lalu, ada kenaikan biaya avtur yang memakan sekitar 78 persen dari porsi BPIH dan pengaruh dari perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain.

“Namun, kami merasa, kenaikan sebesar Rp345 ribu adalah kenaikan yang sangat wajar dengan tiga variabel tadi. Karena ada peningkatan kualitas pelayanan juga. Misalnya, pemberian makan kepada jemaah meningkat menjadi 40 kali dibandingkan sebelumnya hanya 25 kali,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.