MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Piknik Berujung Petaka, Guru SMP 2 Kroya dan River Guide Tewas Saat Arum Jeram

0 533

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Rombongan SMP 2 Kroya Cilacap, yang tengah melaksanakan piknik dengan mengikuti arum jeram di Sungai Serayu, Bajarnegara mengalami kecelakaan. Perahu karet yang digunakan untuk arum jeram terbalik, hingga membuat dua orang tewas.

Dua ornag tewas yakni guru SMP 2 Kroya, Kohar Mutalim (48) dan seorang pemandu atau river guide bernama Ahmad Prihantoro (25). Peristiwa itu terjadi Minggu (11/3/2018) kemarin.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Arif Rachman menyebutkan, musibah terjadi setelah perahu karet yang ditumpangi terbaik dalam pusaran air jeram di timur jembatan Desa Singamerta Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara.

”Ini musibah. Selama kegiatan arung jeram di Serayu berlangsung, baru kali ini terjadi musibah seperti ini,” katanya pada wartawan, Senin (12/3/2018).

Rombongan dari SMP 2 Kroya itu terdiri dari para guru dan karyawan. Mereka berjumlah 50 orang, dan saat arum jeram dibagi menjadi 9 perahu. Setiap perahu diisi 5-6 orang dengan satu orang pemandu.

Rombongan yang mengalami musibah terbalik, merupakan perahu terakhir yang berisi 6 wisatawan dengan seorang guide. Selain itu, rombongan ini juga diawasi perahu karet yang ditumpangi 4 orang tim rescue.

Namun sampai di timur Jembatan Singomerto, perahu yang ditumpangi korban terbalik dan menumpahkan semua penumpangnya. Perahu tim rescue yang mengawasi kegiatan itu segera melakukan pertolongan dan 5 orang berhasil diselamatkan.

Namun masih ada seorang korban yang belum berhasil diangkat oleh tim rescue atas nama Kohar Mutalim. Seorang anggota tim rescue, Ahmad Prihartoro, sempat berusaha mengangkatnya ke atas perahu. Namun akibat pusaran air yang kuat, justru Ahmad Prihartoro yang kemudian tejungkal ke air dan langsung hilang dihisap pusaran air.

Operasi pencarian pun langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Kemudian korban ditemukan di saluran irigasi di Desa Singamerta dan dan korban river guide ditumpukan di tepian Sungai Serayu.

“Saat ditemukan denyut nadi korban masih teraba. Kemudian kedua korban dibawa ke RSUD Banjarnegara namun sesampai di rumah sakit kedua korban dinyatakan meninggal dunia,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.