MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Soal Potongan Gaji PNS 15 %, Dewan Minta Pemerintah Jangan Gegabah

0 434

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah berencana memotong gaji PNS sebesar 15 persen per bulan untuk dana pensiun. Rencana ini meningkat tajam dari sebelumnya 4,75 persen dari gaji yang diterima PNS. Alhasil rencana ini menimbulkan gejolak.

Bahkalangan kalangan DPRD Jateng meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) tak gegabah dalam menerapkan kebijakan ini.

Anggota Komisi A DPRD Jateng, Sriyanto Saputro menyebut, kebijakan tersebut harus melalui kebijakan mendalam, dan tak boleh diterapkan secara terburu-buru.

Menurut dia, rencana itu harus disosialisaikan lebih jauh, sebelum dilakukan pembahasan secara mendalam.

“Bukan berarti kami tak menyambut baik. Boleh-boleh saja ide itu, tapi asal harus melalui pengkajian mendalam. Jangan buru-buru dan tentunya perlu mendengar aspirasi dari ASN,” katanya.

Perlu diketahui, usulan pemangkasan gaji PNS dilontarkan Menpan RB Asman Abnur. Asman menilai, data paparan rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS Kemenpan RB, belanja pensiun APBN 2016 mencapai Rp 103,26 triliun.

Tahun ini belanja pensiun membengkak jadi Rp 107,98 triliun. Jika dilaksanakan terus-menerus, pada 2074 belanja pensiun APBN mencapai Rp 248,56 triliun.

Namun, bagi Sriyanto, pemangkasan gaji PNS sebesar 15 persen, terlampau besar. Pasalnya, selama ini sudah ada pengurangan untuk tunjangan kesehatan dan kematian yang ditotal nantinya menjadi bisa lebih dari 20 persen.

“Ide arah untuk kesejahteraan setelah pensiun itu perlu dipikirkan, tapi jangan gegabah. Ditanya juga para ASN tingkat bawah yang anaknya tiga, masih sekolah semua. Jadi masalah tidak? Kalau eselon-eselon mungkin tidak akan kerasa,” terangnya.

Ia berharap bila usulan Menpan disetujui, pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik, “Jangan seperti Orba dulu itu Taperum. Dipotong untuk dana perumahan, tapi kan juntrungannya tidak jelas,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.