MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sambil Gowes Ganjar Tinjau dan Selfie di Proyek Penanggulanan Banjir dan Rob

0 226

MuriaNewsCom, Semarang – Penanganan banjir dan rob di Kota Semarang menjadi salah satu prioritas Ganjar Pranowo jika kembali menjadi gubernur Jateng di periode kedua. Kamis (8/3/2018) pagi Ganjar gowes sambil memantau progres pekerjaan normalisasi Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kolam Retensi Kaligawe (KRK).

Bersama istrinya Siti Atikoh dan Komunitas Sepeda Samba. Ia juga beberapa kali mengambil foto dan selfie dan mengambil video di lokasi yang dikunjungi. Ia menyambangi Jalan Sawah Besar dan berhenti di pertigaan menuju Pasar Waru.

Nampak persiapan normalisasi KBT sudah dimulai dengan pembebasan bantaran sungai dari bangunan. Sebagian kios-kios pedagang kaki lima dan rumah mulai kosong. Jembatan kayu yang menghubungkan Jalan Sawah Besar dan Jalan Barito sudah ditutup.

Melihat Ganjar, beberapa warga setempat mendekat. “Kios PKL dan rumah-rumah di Kelurahan Sawah Besar sudah mulai pindah. Tapi yang Kelurahan Kaligawe belum,” tutur Slamet Untung (61) warga setempat kepada Ganjar.

Sedangkan proyek kolam retensi di area Rusunawa Kaligawe sudah hampir selesai. Menurut Agung Pusmargiono, Mandor Proyek, saat ini pekerjaan sedang dikebut dengan target Agustus tahun ini.

“Sekarang ini penyelesaian pintu air, kolam retensi ini akan membantu menyedot air yang biasanya bikin banjir di Kaligawe. Air kaligawe akan disedot lalu dialirkan ke KBT,” kata Agung.

Satu lagi kolam retensi yang sedang dibangun di Banjardowo, Genuk. Kolam ini akan menyedot air rob dan banjir di sekitar Genuk untuk dialirkan ke Kali Babon.

Dari KRK, gowes berlanjut ke Jalan Kaligawe Raya dan Genuk. Ganjar mengaku puas genangan air sudah surut. Sebelumnya banjir di Kaligawe dan Genuk berlangsung lebih dari sebulan. Genangan dan jalan rusak membuat macet menjadi santapan sehari-hari pengguna jalan.

Sebelumnya Ganjar telah meminta bantuan lima pompa air dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyelesaikan banjir di kawasan ini.

“Saya menerima banyak aduan terkait banjir di Kaligawe. Dan saya sudah ngomong ke Kementerian PUPR dan direspon cepat dengan mengirim lima pompa berkapasitas besar sebagai solusi jangka pendek,” ujarnya.

Masing-masing pompa air itu mampu menyedot 160 liter per detik hingga 250 liter per detik. Kelimanya sudah dipasang di hilir Sungai Sringin, Sungai Babon, Terminal Terboyo, dan sekitar Mapolsek Genuk.

Dalam tinjauan, Ganjar sempat mengunjungi beberapa rumah yang rusak parah akibat terendam air di RT 4 RW 1 Kampung Kisiksari Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.

Menurut Ganjar, penanggulangan rob dan banjir di Semarang butuh waktu, karena saat ini satu persatu proyek sedang dikerjakan. Selain normalisasi KBT dan kolam retensi, akan dibangun tanggul laut di sepanjang pesisir Semarang hingga Demak.

Tanggul yang difungsikan juga sebagai jalan tol tersebut akan membendung air rob agar tidak masuk ke daratan.

“Jika semua perangkat sudah bekerja, mulai dari tanggul, pompa, dan kolam retensi, Insya Allah kalau hujan besar genangan air cepat surutnya, tidak sempat jadi banjir,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.