MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Berbulan-bulan Diterjang Banjir, Warga Genuk Mulai Terserang Penyakit

0 328

MuriaNewsCom, Semarang – Banjir yang melanda wilayah Genuk, Kota Semarang, menyebabkan warga mulai terserang berbagai penyakit. Salah satunya di Kelurahan Trimulyo, di mana genangan air sudah muncul sejak berbulan-bulan.

Beberapa titik di kelurahan ini sering terendam air. Tidak hanya saat terjadi hujan saja, ketika tidak hujan pun banjir rob air laut juga menggenangi rumah-rumah di Kelurahan Trimulyo khususnya RT 1 RW 1.

“Sudah berbulan-bulan kami hidup di genangan banjir seperti ini. Tapi yang terparah mulai Rabu (14/2/2018) pekan lalu karena hujan deras sampai malam. Sampai sekarang banjir belum kering juga,” kata Astuti, warga Trimulyo.

Sebagian besar warga RW 1 Kelurahan Trimulyo mengungsi dan belum pulang sampai hari ini. Sebagian lainnya memilih bertahan di rumah. Setelah berhari-hari hidup di genangan banjir, Astuti dan beberapa warga lain mengeluhkan berbagai penyakit yang dialaminya.

Akibatnya, sejumlah warga mulai terserang berbagai penyakit. Yani salah satu warga Trimulyo menyebut, sejak beberapa hari terakhir keluarganya juga mulai terserang diare dan gatal-gatal.

“Anak-anak saya kena diare, hingga muntah dan demam. Sakit semua. Ya, terpaksa pakai obat seadanya. Mau ke rumah sakit saya takut karena tidak ada biaya,” kata ibu tiga anak tersebut.

Meski sudah 18 tahun tinggal di kawasan Trimulyo, buruh pabrik di Kawasan Industri Terboyo Semarang itu mengaku belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Semarang. Ia juga mengaku belum ada bantuan pengobatan yang diberikan kepada korban banjir.

“Paling saya siapkan obat yang dibeli dari toko untuk jaga-jaga. Kalau untuk gatal-gatal sudah ada, cuma untuk diare, muntah, dan demam, ya, seadanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agus Harmunanto mengakui telah menerima informasi mengenai dampak banjir di Genuk, yakni berbagai penyakit yang mulai menyerang warga.

“Peran saya hanya sebagai koordinator. Jika ada warga butuh bantuan atau kendala apa, saya teruskan. Seperti keluhan penyakit yang dialami warga, saya teruskan ke Dinas Kesehatan,” terangnya.

Ia mengatakan berbagai bantuan sudah diberikan kepada warga korban banjir. Ia mengakui bantuan yang diberikan hanya bersifat mendesak, seperti selimut, bantal, dapur umum yang dikelola oleh kelurahan atau kecamatan.

“Sudah ada pembagian tugas masing-masing. Untuk bantuan beras, misalnya, kami mintakan dari Dinas Ketahanan Pangan. Penanganan BPBD saat terjadi banjir dan kebutuhan yang sifatnya mendesak,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.